AUTHOR POV
🍃🍃🍃
Friends are one of the strengths
Suasana kelas 12 IPS 2 SMA Kelaga sudah sepi karena jam pulang sudah berbunyi sejak dua menit lalu. Di kelas itu hanya tersisa ketiga sahabat Arunika.
"Gais Arunika enggak masuk lagi," ucap Karina memandang kedua temannya secara bergantian dengan alis bertaut ke atas.
"Lo si Ra, kemarin lo terlalu keras sama Arunika," tunjuk Davina pada Erlara.
"Lo juga udah bohongin Arunika soal Ka Sagara yang ke Belanda ya," balas Erlara tak kalah emosi.
"Tapi seharusnya lo enggak perlu ngungkit-ngukit masalah Arunika kemarin!" Ucap Davina semakin menyalahkan Erlara.
"Ya lo seharusnya dari awal bilang kalo Ka Sagara bakal pindah ke Belanda," sungut Erlara menunjuk Davina.
"Udah, udah! Apaan si kalian? Emang kalo kalian berantem kaya gini, masalahnya bakal selesai?" Ujar Karina menengahi kedua temannya yang saling menyalahkan.
"Mending kita ke rumah Arunika sekarang. Kita minta maaf dan mastiin keadaan Arunika," putus Karina dan dihadiahi anggukkan setuju dari kedua temannya.
***
Tok tok tok
Davina mengetuk pintu rumah Arunika menunggu seseorang membukanya. Dan sejurus kemudian, pintu terbuka dan menampilkan Giral dengan rambut yang berantakkan.
"Arunikanya ada Kak?" Tanya Davina hati-hati.
"Masuk," perintah Giral.
Davina dan kedua temannya menatap iba keadaan Giral dengan bawah matanya yang menghitam, bau rokok dan alkohol yang tercium saat lelaki itu berbicara, sudah cukup menjelaskan bagaimana keadaan Giral sekarang.
Davina dan kedua temannya melangkah masuk ke dalam rumah kediaman Arunika. Pemandangan pertama yang mereka lihat saat pertama kali masuk ke dalam adalah ruang tamu yang bau asap rokok serta putung rokok yang berserakan di atas meja, tak lupa dua buah botol alkohol dan beberapa gelas kotor.
Saat ingin menuju tangga, mereka melihat Rina yang sedang membersihkan kolam renang dari dedaunan yang jatuh.
Mereka menghampiri Rina. "Siang Tante," sapa Davina.
"Eeh kalian. Udah lama?" Sahut Rina menghentikan aktivitasnya.
"Enggak ko Tante, kita baru dateng," jawab Karina. Mereka menyalami tangan Rina bergantian.
"Maaf ya, pasti ruang tamu udah berantakan lagi ya?" Tanya Rina tak enak hati.
Davina tersenyum. "Enggak apa-apa ko Tan."
"Kalian mau ketemu Arunika ya? Langsung ke kamarnya aja ya. Tante enggak tega ngeliat dia murung terus semenjak Papahnya meninggal," ucap Rina lirih.
"Iya Tante, nanti kita bakal semangatin Arunika," balas Karina.
Mereka lalu berpamitan pada Rina untuk menemui Arunika di lantai atas. Setelah dapat persetujuan, mereka bergegas menaiki anak tangga untuk ke kamar Arunika.
tok tok tok
Davina mengetuk pintu kamar Arunika beberapa kali menunggu jawaban yang tak kunjung terdengar hingga lima menit mereka berdiri di depan pintu kamar Arunika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
