AUTHOR POV
🍃🍃🍃
Dengan langkah berat, Arunika keluar dari rumahnya bersama Revan di sampingnya.
Wajahnya sembab, hindung dan mata yang memerah hingga penampilannya yang sudah berantakan sangat menunjukkan bagaimana hancurnya Arunika hari ini.
Ketiga teman Arunika—Davina, Erlara, dan Karina baru saja datang dan menghampiri gadis yang penampilannya sudah sangat berantakkan itu.
Davina memeluk tubuh Arunika bermaksud memberi kekuatan untuk sahabatnya. Bukannya lebih tenang dengan pelukkan sahabatnya, Arunika malah mendorong tubuh Davina hingga gadis itu menjauh.
Arunika menatap Davina dengan iris mata yang menyiratkan kekecewaan.
Davina menatap Arunika dengan sendu dan mencoba memegang lengannya. "Ar, gue minta maaf," ucapnya lirih dan sama sekali tidak dihiraukan oleh Arunika.
Erlara yang melihat itu, menepuk pelan bahu kanan Davina memberinya isyarat agar memberi Arunika waktu.
Karina menghampiri Arunika dan memeluknya hangat. Seketika itu juga, Arunika kembali menangis di pelukan Karina.
"Gue turut berduka cita ya," ucap Karina seraya melepas pelukannya.
"Lo mau ke mana?" Tanya Erlara mengingat sebelumnya Arunika hendak ke luar rumah.
Arunika hanya diam membisu di tempatnya. Dia menunduk lesu, masih menangis.
Karena pertanyaannya tak kunjung mendapat jawaban, Erlara beralih menatap Revan.
"Mau ke rumah sakit. Nyokapnya Arunika serangan jantung, sekarang lagi dirawat," jelas Revan.
Davina, Erlara, dan Karina sangat terkejut atas apa yang Revan katakan. Mereka menatap Arunika iba. Rasa bersalah meluap di dalam dada Davina.
"Gue temenin ya?" Tanya Davina dan tetap tak kunjung mendapat jawaban dari Arunika.
Arunika langsung melenggang pergi dari hadapan mereka diikuti Revan yang berjalan di belakangnya.
Mereka berdua—Arunika dan Revan masuk ke dalam mobil jeep Giral yang terparkir di depan.
Saat Revan hendak menyalakan mesin mobilnya, Davina mengetuk kaca mobil di sisinya. Revan segera membuka kaca mobilnya.
"Gue ikut ya?" Mohon Davina.
Laki-laki berambut ikal itu melirik perempuan di sampingnya yang kini tengah menatap kosong pada jalanan.
Perempuan bersuara lembut itu belum mengeluarkan suaranya sejak mendapat berita buruk ketiganya hari ini.
Seperti sudah tidak ada kalimat lagi yang bisa dia keluarkan. Hatinya sangat hancur, lidahnya kelu, tangisnya tak kunjung berhenti. Sesak di dadanya semakin menjadi seiring ia mengeluarkan air mata.
"Gue anter Arunika ke rumah sakit," pamit Revan. Ia menolak dengan halus permintaan Davina, dan segera menancap gas menuju rumah sakit tempat Rina dirawat.
Selama perjalanan, keduanya hanya diam. Revan membiarkan Arunika mencari ketenangannya. Meskipun dia tidak tau bagaimana perasaan Arunika saat ini, tapi Revan mengerti betul bahwa Arunika tidak baik-baik saja setelah tiga berita buruk yang ia terima dengan sekaligus pada hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
