Ketukan pintu mengusik tidur nyenyakku. Aku bankit dan melangkah gontai ke arah pintu. Aku membuka pintu dan menyipitkan mata untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarku.
"Anak Papah baru bangun tidur aja cantik banget." Papah mengulurkan tangannya mengusap lembut kepalaku dan mencium keningku sekilas.
Aku tersenyum sembari mengusap mataku. "Ada apa pah?"
"Mumpung hari minggu, Kita udah lama enggak Quality time berdua. Papah mau ajak kamu jalan-jalan, mau?" Aku langsung melebarkan mata mendengar ajakan Papah.
"Mau banget!" Jawabku semangat. "Mamah gimana?" Tanyaku selanjutnya.
"Mamah mau belanja bulanan sama Kakak kamu, jadi kita bisa jalan berdua," ucap Papah lembut.
"Asik! aku mandi dulu ya pah," ujarku excited.
"Yaudah, Papah tunggu bawah ya." Aku langsung masuk kembali ke dalam kamar setelah mendapat jawaban Papah.
Aku segera mandi dan bersiap-siap. Aku sangat tidak sabar untuk berjalan-jalan bersama Papah. Papah selalu tau apa yang membuatku senang, dia sama sekali tidak pernah membuatku sedih ataupun kecewa.
***
"Papah mau ajak aku kemana?" Tanyaku pada Papah yang fokus menyetir.
Papah menoleh sekilas ke arahku sambil tersenyum, "Seaworld."
Aku langsung menyamping menghadapnya, "Serius pah?!" Tanyaku senang.
"Masa anak Papah dimainin," jawabnya sambil terkekeh.
Aku langsung memeluk Papah dari samping, "Thank you so much pah. I love you!"
"Anything sayang," balas Papah mengusap lembut rambutku. Aku membenarkan kembali posisi dudukku.
"Pah aku jadi inget deh, dulu Ka Giral seenggak peduli apa sama aku," ucapku sambil memutar kembali ingatan pada masa kecilku.
"Iya, kakak kamu dulu enggak peduli banget ya sama kamu. Eh sekarang malah overprotective," balas Papah masih sambil fokus menyetir.
"Aku inget waktu aku umur 6 tahun, dan kita ke seaworld. Aku ilang pas lagi berdua sama Kakak." Aku terkekeh mengingatnya.
"Papah juga inget, waktu itu Papah sama Mamah panik banget nyariin kamu. Tapi kakak kamu santai aja di resepsionis sambil main game," kata Papah sambil terkekeh.
"Huh. Lucu ya pah kalo di inget-inget haha," ucapku tertawa.
Tak berselang lama, kamipun sampai di ancol. Papah langsung memarkirkan mobilnya, dan kami segera turun.
Kami berjalan memasuki kawasan seaworld dan membeli tiket sebelum masuk.
"Sayang, kamu inget enggak waktu kamu jatuh dari sepeda karena ngotot mau ikut Ka Giral main sepeda?" Tanya Papah sembari kami berjalan melewati akuarium yang berbentuk setengah lingkaran ini.
"Inget! Ka Giral waktu itu enggak mau aku ikut, terus dia naik sepedanya keceng banget. Eeh pas aku berusaha nyusul, malah jatoh hahaha," kataku menyetujui.
"Nah iya, waktu itu kamu mikirnya kakak kamu ninggalin kamu kan pas kamu jatoh?" Tanya papah yang hanya aku balas dengan anggukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
