AUTHOR POV
🍃🍃🍃
Arunika kini masih bersembunyi di dalam selimut, ia masih enggan untuk bangun padahal hari ini adalah hari wisuda kelulusannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00, gadis itu masih saja nyaman dengan kasurnya. Rina sudah hampir lima kali membangunkan anaknya, tapi tidak dihiraukan sama sekali.
Tidak biasanya Arunika susah bangun seperti ini, ia bukannya lupa bahwa hari ini adalah kelulusannya, tapi dia memang berniat untuk tidak datang ke wisudanya.
Di kepala Arunika selalu terputar kejadian saat kakak kelasnya wisuda. Peristiwa sangat menyakitkan, yang sulit untuk dilupakan. Karena itu juga Arunika enggan untuk datang ke wisudanya sendiri.
"ARUNIKA BANGUN!"
"OH MY GOD, ARUNIKA!!"
"ARUNIKA MELLIFLOUS, BANGUN!"
Suara teriakan serta guncangan pada tubuh mengusik tidur nyamanya. Arunika seketika bangun dan terduduk, ia terkejut mendapati ketiga temannya yang sudah memakai kebaya ada di dalam kamarnya.
Arunika mengucek matanya. "Kalian ngapain ke sini?"
Karina berjalan menuju balkon membuka lebar gorden yang menutup pintu balkon, membiarkan cahaya matahari pagi masuk ke dalam kamar Arunika.
"Ya mau bangunin lo lah!" Seru Erlara sambil berkacak pinggang.
"Gue kan udah bilang. Gue enggak mau dateng," jawab Arunika malas.
"Enggak mau tau, pokoknya lo harus dateng!" Paksa Erlara sambil menarik tangan Arunika agar ia turun dari kasur.
"Ini kebayanya, Tante udah siapin," sela Rina yang baru saja datang membawa kebaya berwarna biru pastel serta kain batik.
"Makasih Tante. Tante tenang aja, Arunika kita yang bakal dandanin," ucap Davina menerima kebaya yang diberikan Rina.
"Aku enggak mau dateng Mah," sahut Arunika yang sudah berdiri sempurna berkat tarikan dari Erlara.
Rina tersenyum, ia mendekati Arunika dan mengusap pipinya. "Dateng ya sayang. Ini kan acara kelulusan kamu, anggap aja sebagai kenang-kenangan."
Arunika menghembuskan napas pasrah, ia mengangguk dan mulai berjalan memasuki kamar mandi kamarnya.
Selagi gadis itu mandi, ketiga temannya mulai memoles wajah mereka masing-masing dengan make up.
"Kalian yakin Arunika bakal baik-baik aja kalo dipaksa dateng kaya gini?" Tanya Karina seraya memakai blush on pada kedua pipinya.
"Yakin, kan ada kita!" Sahut Erlara semangat. Ia kini sedang memakaikan maskara pada bulu matanya.
Karina menggeleng lemas. "Gue enggak yakin. Kita semua sama-sama tau, kenapa Arunika enggak mau dateng di kelulusan."
"Itu artinya, kita harus terus sama Arunika. Kita enggak boleh biarin dia kenapa-napa," jawab Davina menyemangati.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Roman pour Adolescents[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
