AUTHOR POV
🍃🍃🍃
📍Jakarta, Indonesia.
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Rina diperbolehkan pulang.
Kini mereka bertiga—Rina, Arunika, dan Giral tengah berada di mobil jeep hitam milik Giral, mereka dalam perjalanan pulang.
Kondisi jantung Rina sudah membaik, tetapi tubuhnya masih terasa lemas. Meskipun begitu, Rina menolak untuk duduk di kursi roda dengan alasan agar ia bisa cepat sembuh dengan berjalan kaki tanpa bantuan kursi roda.
Selama Rina dirawat, Arunika hanya pulang sekali saja ke rumahnya. Ia membiarkan Giral sendirian di rumah, tanpa tau apa yang dilakukan oleh kakak laki-lakinya itu.
Tak berselang lama, Giralpun menghentikan mobilnya di depan rumah. Giral turun untuk membuka lebar pagar rumah lalu memasukkan mobilnya.
Arunika turun dari mobil membantu Rina berjalan. Mereka melangkah mendekati pintu utama dan masuk setelah Giral membukannya.
Satu aroma yang Rina dan Arunika hirup saat pintu utama terbuka, bau asap rokok menyambut mereka.
Arunika menatap ke sekeliling ruang tamu yang sangat berantakan, dengan sampah bungkus dan batang rokok di mana-mana, beberapa gelas kosong dan cangkir kopi yang sudah tidak ada isinya tergeletak begitu saja di meja ruang tamu.
"Mamah istirahat aja di kamar ya. Biar aku yang beresin," ucap Arunika lembut dan membantu Rina untuk masuk lebih dalam ke rumahnya berjalan menuju kamar orang tuanya yang berada di lantai bawah.
Setelah mamastikan Rina beristirahat dengan nyaman di kamarnya, Arunika melangkah menuju dapur.
Perempuan yang rambutnya dicepol asal itu mengambil sebuah nampan di dapur lalu pergi ke ruang tamu.
Arunika menghela napas berat ketika melihat Giral sedang menikmati sebatang rokok. Dia sama sekali tidak pernah melihat kakak satu-satunya itu merokok.
Gadis itu berjalan mendekat dan duduk di lantai mengambil gelas dan cangkir kotor lalu ia taruh semua di nampan yang ia bawa.
"Sejak kapan ngerokok?" Tanyanya yang bisa dipastikan tertuju pada Giral.
"Bukan urusan lo," jawab Giral dingin.
Arunika menatap kaget pada Giral yang menuangkan air dari botol alkohol ke gelas kosong. Tercium dari baunya, itu adalah minuman beralkohol.
"Kakak minum?!" Pekik Arunika yang tidak dihiraukan oleh Giral.
Giral sibuk mengisap sebatang rokok sambil sesekali meminum minuman yang sudah ia tuang.
"Kak apa-apaan si?!" Teriak Arunika merampas segelas minuman beralkohol itu.
"Bacot. Mamah lagi istirahat, enggak usah teriak-teriak. Lebay," sahut Giral dengan mata yang memerah.
"Kakak enggak mikirin perasaan Mamah kalo Mamah tau kakak minum dan ngerokok?" Tanya Arunika dengan tatapan sendu pada kakaknya.
"Lo yang enggak mikirin Mamah yang jelas-jelas lagi istirahat," balas Giral merampas kembali gelas yang Arunika rebut darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
