Aku dan Ka Sagara sudah berdamai perihal perdebatan kami minggu lalu. Kini kami dalam perjalanan pulang menuju rumahku.
Setelah sampai di rumahku, terlihat banyak motor sejenis dengan motor Ka Giral yang terparkir di teras.
"Ada temen-temennya kakak kamu ya?" Tanya Ka Sagara mengarah pada motor yang terparkir di teras rumahku.
Aku turun dari motor Ka Sagara dan membuka helm yang sedari tadi aku pakai, "Kayanya iya."
Ka Sagara mengangguk, "Yaudah saya langsung pulang ya," pamit Ka Sagara.
"Iya, Ka Sagara hati-hati." Setelah aku menjawab, Ka Sagara langsung menyalakan kembali mesin motornya dan melaju meninggalkan lingkungan rumahku.
Akupun masuk ke perkarangan rumah. Mendekati pintu utama aku mendengar suara cukup bising dari dalam rumah.
"Lo belom cerita semuanya ke Arunika?" Aku mendengar suara yang tidak asing menyebut namaku.
Aku memutuskan berhenti di depan pintu utama sebelum membukanya, ingin menguping pembicaraan mereka.
"Nyari waktu yang tepat," Ka Giral menjawab.
"Waktu yang tepat itu diciptain, bukan dicari," balas seorang lainnya yang juga suaranya tidak asing di pendengaranku.
"Lo emang mau Rega yang bongkar semuanya?" Tanya seorang yang suaranya terdengar seperti seseorang yang berbicara pertama tadi.
"Gue cuma enggak mau Arunika salah paham," jawab Ka Giral lagi tapi suaranya kali ini sedikit mengecil.
"Apalagi kalo Rega yang kasih tau kan? Malah tambah salah paham dia sama lo," balas seseorang lainnya.
"Terus lo mau Arunika jadi korban atas apa yang bukan kesalahannya dan bahkan dia enggak tau penyebabnya?" Tanya teman Ka Giral lainnya.
"Apapun alasannya, gue enggak mau Arunika jadi korban. Maupun itu atas kesalahannya apalagi kesalahan gue," balas Ka Giral meninggikan suaranya.
Aku terus menyimak karena penasaran sebenarnya apa yang mereka bicarakan dan kenapa menyebut nama Rega?
"Kalo lo enggak mau kasih tau Arunika dalam waktu dekat ini, masalahnya bakal makin gede dan enggak akan selesai dalam waktu dekat juga." Satu orang lainnya menanggapi.
"Si Rega enggak abis-abis ya dendamnya? Padahal mantannya Giral kan udah meninggal 4 tahun lalu." Aku cukup terkejut saat salah satu di antara mereka membicarakan dendam Rega serta mantan Ka Giral yang meninggal. Aku tidak tahu soal itu.
"Tapi gue bingung, niatnya Rega baik atau jahat ya?" Aku mengernyit saat temannya Ka Giral bertanya yang cukup aneh menurutku.
"Alfian tololnya alami kaya aqua, langsung dari sumbernya. Jahat lah bego! Dia mau bales dendam sama Giral melalui Arunika, padahal—"
Klek
Aku merutuki kebodohanku karena tidak sengaja mendorong pintu yang tidak terkunci, dan membuat pembicaraan mereka terhenti. Padahal seharusnya sebentar lagi aku dapat mengetahui semuanya.
Sebelum pintunya benar-benar terbuka, aku menarik napas dan menghembuskannya pelan agar tidak terlihat gugup. Aku membuka pintu dan masuk sambil mencoba tenang agar tidak ketahuan bahwa sedari tadi aku menguping pembicaraan mereka.
"Sagara enggak mampir dek?" Tanya Ka Giral yang sepertinya terkejut atas kedatanganku.
"Eng– enggak ka, Ka Sagara langsung pulang," jawabku masih sedikit gugup.
Sekilas aku memerhatikan kelima teman Ka Giral yang melakukan kesibukan masing-masing, tetapi raut wajah mereka tidak bisa berbohong bahwa mereka cukup tegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Genç Kurgu[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
