Karena hampir seluruh guru rapat untuk Ujian Nasional kelas 12, jadi sejak istirahat pertama hingga pulang nanti, hampir semua kelas mendapat jam kosong hingga pulang nanti, begitu juga kelasku.
Seperti kebanyakan kelas jika jam kosong, kelasku kini gaduh tidak kondusif. Ada yang bermain game online di ponselnya, ada yang cabut ke kantin, dan ada juga yang tidur di pojok kelas sambil mengenakan headset.
Aku dan ketiga temanku kini duduk berhadapan, kami sedang membicarakan drama korea yang baru-baru ini tayang. Ya walaupun aku tidak menontonnya, tapi aku tau.
"Gila Ar, lo harus nonton! Lo bakal nyesel kalo enggak nonton," ucap Erlara heboh.
"Gue udah coba nonton episode 1, tapi enggak gue lanjutin," balasku.
"Kenapa? Bukannya lo suka song joong-ki?" Tanya Davina.
"Suka. Tapi gue enggak suka action," jawabku.
"Tapi Ar, ini seru banget tau. Gue ngeship banget song joong-ki sama Jeon Yeo-been. Mereka tuh serasi banget," kata Erlara dengan mata berbinar.
"Setuju! Gue juga ngeship mereka. Maaf ya Ar gue pindah haluan udah enggak ngeship song song cople," imbuh Karina yang menyetujui pernyataan Erlara.
"Oh iya, denger-denger mereka cinlok ya?" Tanyaku.
"Mending sama gue aja enggak si?" Celetuk Davina membuat kami bertiga menatapnya.
"Ngarep! Liat dong tipe-tipenya Song joong-ki tuh kaya song hye-kyo, Jeon Yeo-been. Lo udah paling bener sama Ka Genta aja," sahut Erlara menepuk kecil pundak Davina.
"Siang temen-temen." Sapaan seseorang di depan kelas mengalihkan perhatian kami.
Aku dan Davina membalikkan bangku kami menghadap depan kembali. Tiga orang anggota osis kini berdiri di depan kelasku, sepertinya mereka ingin memberitau sebuah informasi.
"Maaf mengganggu sebentar. Kami sebagai anggota osis ingin memberitahukan informasi yang kalian wajib tau," ucap salah seorang anggota osis.
"Jadi berhubung minggu depan kelas 12 akan ada ujian nasional, maka dari itu kelas 10 dan 11 akan diliburkan selama satu minggu," sambung anggota osis lainnya. Satu kelas seketika bising setelah mendengar hari libur.
"Attantion please!" Teriak Rendy sebagai ketua kelas.
"Mohon perhatiannya sebentar aja temen-temen, masih ada yang ingin kami sampaikan," ucap seorang perempuan yang juga memakai almamater osis.
"Satu bulan setelah Ujian Nasional, akan diadakan pensi untuk perpisahan kelas 12. Nah, di sini kelas 10 dan 11 boleh banget berpatisipasi. Kalian bisa kasih kenang-kenangan manis buat kakak kelasnya nanti nih," lanjut perempuan itu.
"Yang mau ikut dan didata sekarang, langsung tunjuk tangan aja ya," ucap anggota osis yang tadi pertama berbicara.
"Arunika ka!" Aku langsung menoleh ke belakang karena lagi-lagi namaku disebut oleh Erlara. Dan dia hanya tersenyum dengan memasang watados.
"Hm.. namanya Arunika Melliflous bukan?" Tanya salah seorang anggota osis yang duduk di tempat guru sambil melihat buku di hadapannya.
"Iya." Bukan aku yang menjawab, melainkan Davina.
"Arunika Melliflous udah terdaftar di sini," jawab anggota osis tadi.
"Kok bisa?" Tanyaku.
"Tadi Sagara yang daftarin lo, katanya kalian bakal duet lagi kaya classmeet waktu itu," ucap anggota osis lainnya.
Aku yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan napas pasrah. Ka Sagara sama saja seperti ketiga temanku.
"Ternyata peka juga Sagara," ucap Davina menyenggolku dengan sikunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
