AUTHOR POV
🍃🍃🍃
Setelah Juli sembuh, Rega tidak lagi menganggu Arunika ataupun Giral. Masalah mereka sudah benar-benar selesai berkat bantuan Safira.
Giral dan keluarganya dapat hidup dengan tenang tanpa mengkhawatirkan Rega akan mengusik keluarganya. Giral, Rina, dan Arunika sudah mengikhlaskan kepergian Radan yang telah meninggal empat tahun lebih. Kini mereka menjalani hidup dengan normal.
Giral telah menjabat sebagai CEO di perusahaan milik Radan, menggantikan posisi ayahnya. Sudah tiga tahun lamanya Giral menjabat, dia juga sudah menyelesaikan pendidikkannya dengan gelar Magister Ilmu Komunikasi. Semuanya berjalan lancar sejak Giral menyelesaikan masalahnya dengan Rega.
Rina sudah sangat sehat, sakit jantungnya sudah tidak pernah kambuh lagi sejak dua tahun lalu. Rina memutuskan untuk tidak menikah lagi dan hanya ingin fokus pada kedua anaknya.
Arunika kini sudah tidak larut dalam kesedihannya. Gadis itu mencoba untuk berdamai dengan masa lalunya, meskipun ia masih belum bisa menghilangkan rasa kecewanya pada Sagara yang telah meninggalkannya dulu.
Tahun ini Arunika telah wisuda di semester 7 sebagai Sarjana Psikologi Universitas Indonesia. Perempuan itu tergolong pintar di kampusnya, sehingga dia dapat lulus S1 hanya 3,5 tahun dengan status Camlude.
Meskipun sudah 3,5 tahun Arunika berkuliah di salah satu kampus terbaik di Indonesia, hingga saat ini dia belum juga mempunyai kekasih. Sudah banyak lelaki yang mencoba mendekatinya, salah satunya adalah Rafa Alfaro, tetapi selalu ditolak.
Kekecewaan yang besar pada Sagara membuatnya berpikir bahwa semua laki-laki itu sama, hanya cara menyakitinya saja yang berbeda. Giral yang mengabaikannya, Rega yang melecehkannya, serta Sagara dan Radan yang meninggalkannya. Itu semua yang membuat Arunika bersikap dingin dan sangat tertutup pada laki-laki yang bukan kakaknya.
Wanita cantik itu kini tengah duduk di meja belajarnya, memandangi bingkai foto yang terdapat foto Radan dan dirinya. Dia tersenyum kecut sambil mengusap figur foto itu. Arunika merindukan Papahnya.
Tok tok tok
Suara ketukan dari pintu kamarnya menginterupsi gadis itu, membuatnya menghentikan aktivitas seraya beranjak membuka pintu kamar. Ia mendapati Giral dengan senyum manis berdiri di depan kamarnya.
"Ke bawah yuk, dipanggil Mamah," ajak Giral dan menuntun Arunika menuruni tangga.
Mereka berjalan menuju ruang tamu yang sudah ada Rina yang duduk di sofa single menunggu kedatangan kedua anak kesayangannya. Lalu Arunika dan Giral duduk di sofa panjang berdampingan.
"Sayang, kamu ada acara besok?" Tanya Rina pada putrinya.
"Enggak ada kok Mah. Kenapa emangnya?" Jawab Arunika sekaligus bertanya.
"Besok ikut Mamah sama Kakak ke puncak ya," pinta Rina dan disambut anggukan semangat dari Arunika.
"Aku mau banget Mah. Enggak mungkin nolak!" Jawabnya senang.
Giral yang gemas dengan tingkah laku adiknya, tidak bisa menahan tangannya untuk tidak mengacak rambut Arunika.
"Sayang," panggil Rina pada putrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Teen Fiction[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
