Acara penandatanganan kontrak Milana sebagai model eksklusif sekaligus brand ambassador untuk sepatu CLASSIX dilakukan dengan mengundang salah satu perwakilan media sebagai peresmian dan publikasi. Dengan didampingi legal staf dari kedua belah pihak, Nathan dan Milana menandatangani kontrak kesepakatan. Tentu saja jika ada orang media, berpose bersama adalah suatu keharusan.
"Ayo lebih dekat lagi. Kalian adalah mitra bisnis yang resmi, tunjukkan antusiasme kalian," ucap reporter yang meliput secara tertutup.
Milana merasa sangat canggung ketika akhirnya ia dan Nathan berdiri berdampingan dalam satu frame tapi bukan sebagai obyek skandal, melainkan sebuah berita resmi tentang kesepakatan bisnis.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalian pernah digosipkan berhubungan, ketika yang sebenarnya kalian ini kaku seperti batang pohon? Bersikaplah akrab seperti teman." Lagi, reporter itu berkomentar seenaknya. Milana dan Nathan berpandangan. Masih canggung, akhirnya mereka saling mendekat dan berdampingan.
"Nah begitu. Sekarang ganti pose, saling berjabat tangan."
Berjabat tangan, berpose seolah mitra kerja yang akrab, mengacungkan jempol sebagai tanda kerjasama ini akan berakhir positif, begitu seterusnya hingga beberapa menit telah berlalu.
Baik Nathan maupun Milana tidak menolak instruksi yang diminta reporter dalam hal berpose untuk pemberitaan, sampai akhirnya Milana yang mendapatkan porsi pemotretan sendiri tanpa ditemani Nathan. Milana sudah lelah sejujurnya dan masih tidak mengerti kenapa reporter mengambil gambar cukup banyak saat yang dimuat dalam artikel atau berita hanya satu atau dua gambar saja. Tapi ia tidak mungkin menolak atau Coach Anita akan mengomelinya kalau sampai mendapati Milana memasang wajah bosan di depan kamera. Sebagai orang yang jatuh miskin dalam semalam, Milana tidak lagi memiliki kebebasan untuk bersikap masa bodoh.
Menyebalkan.
"Terima kasih atas kerjasama kalian. Ini benar-benar hari yang aneh," ucap reporter itu dengan memasang wajah takjub.
Coach Anita tampak sangat penasaran. "Kenapa Anda pikir ini hari yang aneh?" Tanyanya.
"Anda tidak tahu? Sejak semalam sudah heboh berita tentang aktris Tatiana yang keguguran karena jatuh dari tangga rumahnya. Ia didorong laki-laki yang menghamilinya. Ironisnya laki-laki yang menghamili Tatiana adalah... Direktur Utama Yaksa Media, Jasper Adhyaksa pewaris dari Hutara Yaksa Grup, raksasa media ternama. Ah, kupikir Nathan mungkin tahu karena dia—"
"Tidak. Aku tidak tahu," potong Nathan cepat, menyingkirkan segala dugaan yang mungkin muncul. Wajahnya terlihat datar, seolah meminta reporter itu menjelaskan lebih jauh.
"Yah, apapun itu aku jadi merasa bersalah karena mengira penyebab batalnya pertungan kalian adalah...." Reporter itu melirik ke arah Milana, terdiam sebentar sebelum memutuskan untuk tidak melanjutkan, "anyway... yang penting semua sudah jelas bukan? Kedekatan yang orang kira adalah perselingkuhan, ternyata hanya sebatas hubungan profesional sebelum menjalani kesepakatan bisnis, betul begitu?"
"Tentu saja," sahut Coach Anita. "Ini adalah musim yang penting bagi Milana yang akan bersiap untuk terjun di musim kompetisi penting tahun ini. Secara kebetulan, Nathan Gareth juga baru saja menyatakan dia membutuhkan model ambassador untuk produk andalannya. Produk CLASSIX kini menjadi primadona di kalangan elit, sudah tepat kalau Milana menjadi wajah baru untuk brand ini."
"Ah rupanya begitu? Aneh sekali, padahal kudengar calon model yang akan menjadi brand ambassador adalah aktris yang juga teman Tatiana, kalau tidak salah namanya...."
"Itu hanya salah paham. Kami sempat mendiskusikannya tapi tidak ada kesepakatan karena kami punya misi yang berbeda. So there's no deal." Nathan menyudahi topik pembicaraan tentang model.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE ME, TOUCH ME
Romance18+ Sebagai atlet figure skating berbakat dan calon pewaris perusahaan kosmetik ternama, Milana Esanatmadja memiliki segalanya. Cantik, muda, berprestasi dengan berhasil membawa pulang medali perak dari olimpiade musim dingin. Peseluncur wanita yang...
