Milana masih takjub membayangkan bahwa Nathan yang pelit senyum dan tidak pernah bersikap hangat di masa lalu, tertawa keras hanya melihat penampilan Milana yang absurd. Saking terpananya, ia menyesal kalah dengan rasa malu hingga tidak melihat langsung bagaimana wajah tertawanya. Tapi suara tawanya.... Gosh, Milana hampir-hampir membandingkan suara tawa Nathan dengan instrumen surgawi. Apakah saat Beethoven menciptakan masterpiece-nya yang legendaris juga merasakan perasaan WOW sama seperti Milana saat mendengar tawa Nathan?
Begitu merdu, begitu merasuk dan rasanya....
Shit. Milana mulai berpikiran tidak masuk akal hanya karena mendengar tawa Nathan. Ia jadi susah memejamkan mata karena berharap bisa mendengar tawa itu sekali lagi.
Milana meraih ponselnya, mengetikkan beberapa baris pesan untuk Nathan.
Milana: Hei... Sudah tidur?
Balasannya datang lebih cepat dari dugaan.
Nathan: Belum. Masih sibuk dengan pekerjaan. Kenapa belum tidur?
Milana: Aku kepikiran...
Nathan: Kepikiran apa?
Milana: Kepikiran kamu kesambet apa sampai bisa tertawa seperti tadi?
Nathan: Sepertinya terbalik. Aku yang harusnya tanya, kalian kerasukan apa sampai berpakaian serba konyol?
Milana: Well, we're just having fun. Kamu keberatan?
Nathan: Kenapa aku harus keberatan? Kamu bebas melakukan apa saja di apartemenmu, tapi please... Jangan pasang musik terlalu keras.
Milana: Yah, maaf kalau mengganggu. Tapi penghuni apartemen di lantai ini cuma aku dan kamu, kamu nggak merasa ini aneh?
Nathan: Nope
Milana: Aku yakin ada yang aneh. Apartemen sebesar ini dengan biaya yang murah, aku merasa ini aneh.
Nathan: Aneh maksudmu... Berhantu?
Milana: JANGAN DITULIS SEJELAS ITU!
Nathan: Hmmm... Mungkin dugaanku benar karena seingatku penghuni apartemen yang kamu tempati sekarang....
Milana: STOP!
Nathan: Karena itu kamu berhentilah berpikir aneh-aneh
Milana: Habisnya, kamu cuma satu-satunya tetanggaku di sini. Aku kesepian kalau sendiri dan aku nggak boleh pasang musik keras-keras...
Nathan: Oke fine... Kamu boleh pasang musik keras. Besok kubantu pasang peredam suara di dindingmu
Milana: Peredam suara? No, no, no... Bagaimana kalau ada apa-apa denganku? Misal kejatuhan tikus mati saat tidur, atau saat pencuri di rumah ketika aku tidur. Kalau aku berteriak, apa kamu akan mendengar?
Nathan: Benar juga...
Milana: Karena itu izinkan aku memutar musik dengan keras.
Nathan: NO!
Milana: Kenapa kamu mesti sekejam ini?
Nathan: Kalau kamu kesepian, datang saja ke tempatku.
Milana menjatuhkan ponsel ke wajahnya saat balasan Nathan yang terakhir membuatnya terpana. Milana kini mengaduh kesakitan. Hari ini ia dibuat berkali-kali mengalami serangan jantung karena Nathan. Meski wajahnya terasa ngilu karena sakit, tapi tidak dengan ekspresi Milana yang tertawa dengan pipi bersemu merah.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE ME, TOUCH ME
Romance18+ Sebagai atlet figure skating berbakat dan calon pewaris perusahaan kosmetik ternama, Milana Esanatmadja memiliki segalanya. Cantik, muda, berprestasi dengan berhasil membawa pulang medali perak dari olimpiade musim dingin. Peseluncur wanita yang...
