"Kamu sudah tahu?" Randy masuk ke kamar Nathan tanpa peringatan. Untuk sementara mereka harus menyewa kos-kosan berukuran sempit untuk menyamarkan keberadaan mereka dan membaur dengan kalangan menengah ke bawah.
"Tahu apa?" Nathan baru keluar dari kamar mandi dan rambutnya masih basah.
"Milana dan Alexis berciuman saat siaran pertandingan figure skating NHK Trophy di Jepang." Randy terlihat menikmati menggoda Nathan.
"Hmm.... Apa yang mengejutkan? Mereka memang pacaran. Biarkan saja," ujar Nathan pura-pura tidak peduli.
"Ayolah, aku tahu ini mengganggumu. Kemarin kamu mengunci kamar dan menonton tayangan livestream pertandingannya kan? Taruhan kamu pasti syok menyaksikan adegan ciuman sebelum Milana berseluncur. Ditambah ciuman mereka setelah skor Milana diumumkan. Wow, Alex ternyata pencium yang hebat. Milana finish di urutan ketiga, tapi rasanya dengan ciuman itu seolah-olah dia berhasil naik ke urutan pertama. Gila kan?"
Nathan terlihat tidak terganggu. Ia menyalakan rokok dan mengisapnya dengan tenang.
Ya, di luar dia terlihat tenang, tapi semalam saat melihat pertandingan berlangsung, Nathan mulai kehabisan akal dan nyaris menghancurkan layar laptop. Ia bahkan menyesal beberapa hari sebelumnya menelepon Alexis dan memintanya memamerkan kemesraan Milana dan Alexis secara terbuka di hadapan kamera TV.
"Baguslah. Milana nggak akan kesepian lagi," tukas Nathan, membuka beberapa file penyelidikan yang sempat ia amankan jauh sebelum ia meninggalkan apartemennya.
"Kamu benar-benar nggak punya perasaan apa-apa sama Milana? Aku kira malam setelah kita minum-minum, kamu pergi ke apartemen Milana."
Nathan mendengus, "Untuk apa aku ke sana? Aku sedang mengurus sesuatu yang penting." Nathan sengaja berbohong. Meski Randy selalu ada di dekatnya, bukan tidak mungkin Randy tidak sengaja membuka mulutnya ke orang lain kalau Nathan menyukai Milana. Terutama pada....
"Lalu, bagaimana nasib CLASSIX? Kamu sebagai founder dan CEO nggak bisa menjalankan tugasmu mengurusi perusahaan lagi."
"Jangan khawatir, aku sudah menugaskan orang yang aku percaya untuk mengurus CLASSIX. Aku nggak merekrut sekretaris lulusan Oxford University kalau aku nggak bisa memanfaatkan skill-nya di saat seperti ini?"
"What? Kamu membuat lulusan Oxford jadi sekretarismu? Tega sekaliii...."
"Tapi aku menggajinya dengan sangat tinggi. Dia yang terbaik. Aku yakin dia bisa menyelesaikan urusan perusahaan."
"Yeah, tetap saja butuh lebih dari sekadar gaji tinggi untuk membuat perempuan lulusan Oxford bersedia jadi sekretarismu. Aku rasa, dia menyukaimu."
PLAKK
Nathan memukul belakang kepala Randy. Meski tidak cukup keras tapi cukup membuat rekannya itu mengaduh kesakitan.
"Awwww, sakit tahu!" protes Randy.
"Apa kamu gila? Cindy itu wanita intelek dan mandiri. Dia nggak akan berpikir dangkal menerima pekerjaan hanya karena suka CEO-nya," protes Nathan.
Sejak Nathan menjadi sponsor Milana dan menaikkan citra CLASSIX dengan branding baru dengan segala iklan media elektronik dan cetak yang dilakukan Milana, praktis skala bisnis CLASSIX makin meningkat. Ini memaksa Nathan merekrut banyak pegawai baru, termasuk Cindy yang kini menjadi sekretarisnya sekaligus mengurusi pemasaran. Dan sekarang, sejak Nathan absen, praktis masalah pekerjaan dan keputusan penting ada di tangan Cindy.
"Yah, kamu benar. Dia juga luar biasa cantik, Maaan... Andai aku belum punya pacar, aku pasti mendekatinya. Sayang sekali nasib kita sekarang terkatung-katung begini hanya karena misi nyaris gagal. Bersikap sebagai polisi sulit, sebagai business man juga sudah nggak bisa karena kini orang-orang mengincarmu. Sekarang kita hidup seperti buronan."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE ME, TOUCH ME
عاطفية18+ Sebagai atlet figure skating berbakat dan calon pewaris perusahaan kosmetik ternama, Milana Esanatmadja memiliki segalanya. Cantik, muda, berprestasi dengan berhasil membawa pulang medali perak dari olimpiade musim dingin. Peseluncur wanita yang...
