Terimakasih untuk kalian semua yang sudah membantu mempromosikan cerita ini^_^
Happy Reading!
-----•••-----
Netra coklat itu menatap kosong plafon kamarnya. Malam telah berlalu beberapa jam yang lalu dan kini waktu telah menunjukkan pukul 8 pagi, namun mata gadis itu masih enggan untuk tertutup.
Sudah Sunny paksakan untuk terlelap namun bayangan Rowena dan kedua orangtuanya kembali mengalun membuatnya hanya mampu menarik napas gusar.
Kenyataan kalau Rowena ternyata adalah saudaranya masih berputar dalam otaknya. Gadis itu masih belum menyangka kalau takdir membawanya bertemu Rowena sebelum Ia mengetahui semuanya ini. Tak pernah Ia sangka gadis yang selalu bertengkar dengannya di manapun mereka bersama adalah kakaknya.
Sunny tak membenci Rowena akan hal ini. Ia tahu Rowena juga pasti sama kaget dan bingung sepertinya. Sunny juga tak membenci kedua orangtua dan kakaknya, Ia paham mereka juga bingung untuk menyelesaikan masalah yang terbawa dari masa lalu mereka.
Sunny belum tahu apa keputusan ayah dan ibunya akan hal ini, terlebih tentang kasus di pengadilan yang sempat dijelaskan ayahnya semalam. Namun gadis itu sangat berharap ayahnya dapat mengambil keputusan yang tepat. Sunny tak mau Rowena kembali menjadi korban dari semua kejadian ini.
Sunny bangkit dari tidurnya saat pintu kamarnya diketuk, dengan lunglai berjalan ke sana kemudian membuka pintu. Seketika mata gadis itu medelik mendapati Rayn sedang berdiri didepannya.
Ekspresi Rayn yang awalnya datar seketika berubah saat melihat wajah Sunny yang sembam.
"Lo kenapa?" tanya cowok itu khawatir.
Sunny menggeleng "Gue gak apa-apa kok." suara gadis itu terdengar serak, akibat semalam Ia tak berhenti berderai air mata.
Rayn menggeleng, Ia tahu Sunny sedang tidak baik-baik saja, nampak dari mata gadis itu yang bengkak dan nada bicaranya yang lemah, tak seperti Sunny yang selalu ceria dan blak-blakan.
Satu tangan Rayn terangkat menyentuh pipi gadis itu "Bohong."
"Gue gak apa-apa, serius."
"Mama lo kasih tahu."
"Lo ketemu mama?"
Rayn mengangguk "Tadi didepan."
Sunny hanya mengangguk singkat kemudian menatap Rayn "Kenapa pagi-pagi kesini? Lo gak kasih tahu gue kalau mau kesini."
"Semalam gue telpon tapi gak diangkat."
"Serius?"
"Hmm."
Sunny membuang napas kesal. Akibat pikirannya kacau semalam, Ia sampai tak menyadari kalau Rayn menelponnya.
"Maaf, semalam gue-"
"Gak apa-apa, gue paham." potong Rayn.
"Tapi gue-..."
"Gak apa-apa." Rayn paham bagaimana keadaan Sunny sekarang. Ia juga pernah sehancur ini, bahkan lebih hancur dari gadis itu. Ya, saat ayahnya meninggal. Itulah mengapa Rayn memahami perasaan Sunny sekarang meski Ia tak tahu jelasnya apa yang telah terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Teen FictionBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)