27. Tak Boleh Egois

84 32 11
                                    

Happy Reading!
-----•••------

Sunny bergeming menatap kosong mangkuk putih didepannya. Sedari tadi tangan gadis itu hanya mengaduk-aduk bubur dalam mangkuk tanpa ada sedikitpun niat untuk memakannya.

Kepalanya terasa berat dengan banyak pertanyaan dan pernyataan yang masih sulit di jawabnya.

Tiga gadis yang duduk didepannya serentak menggeleng pasrah. Tak tahu harus bagaimana  lagi pada Sunny yang tak sedikitpun mendengar ucapan mereka.

Rowena, May dan Queen sekali lagi menarik napas sabar sebelum akhirnya mendekati Sunny

“Dimakan Sun, jangan diaduk mulu.” Rowena merebut sendok ditangan Sunny

Sunny tak mengubris ucapan Rowena, terlalu larut dalam pikirannya sampai-sampai tak menyadari sendok ditangannya sudah berpindah ke genggaman Rowena.

“Dimakan ya Sun, keburu dingin.” May mendekatkan mangkuk kearah Sunny

“Gimana mau cepat sembuh kalau gak suka makan?” imbuh Queen.

Sekali lagi, Sunny hanya melirik hampa mangkuk bubur ditangannya kemudian menarik napas berat.

“Kalian pulang aja dulu, ganti seragamnya.” ucap Sunny pelan

Ketiganya menggeleng “Kita gak bakal pulang kalau lo belum makan.”

"Yang ada saat balik kesini lo udah tewas duluan karena gak makan." timpal Rowena

“Iya-iya, bakal gue makan sebentar.”

“Gak. Yang ada lo gak makan kayak kemarin.” sahut Queen.

Sunny menatap Queen tak minat
“Pulang ke kamar lo aja Queen, lo belum sembuh total.”

“Siapa bilang? gue udah sehat-sehat aja, besok udah bisa balik ke rumah.” balas Queen

“Dimakan ya Sun,” May menyodorkan satu sendok bubur namun kembali dibalas gelengan acuh dari Sunny.

“Sepertinya harus Karel yang nyuapin.” Rowena melipat kedua tangannya di depan dada

Sunny membelalak “Gak juga monyet.”

“Sambil uwu-uwuan.” tambah Queen

“Karel pasti bakal bilang ‘makan ya sayang, kalau gak kamu tambah sakit.’ ” Rowena memperagakan cara bicara Karel membuat Queen dan May mendengus geli

Sunny menarik napas gusar

“Bikin iri tahu gak,” ucap May.

“Mana di jengukkin setiap hari lagi.” tambah Rowena

Rowena, May dan Queen terkekeh geli memandang wajah Sunny yang sudah memerah karena menahan amarahnya.

Hingga tawa tiga gadis terhenti saat mendengar bunyi pintu yang dibuka.

Rowena, May dan Queen refleks membalikan badan kemudian saling memandang kaget, mendapati Karel sedang berjalan kearah mereka dengan sebuah paper bag ditangannya.

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang