Happy Reading!
Semoga Suka
------•••-------
Empat gadis itu duduk di sudut kafe sambil memandang langit malam lewat jendela besar. Mereka sama-sama terdiam, bergelut dengan pikiran masing-masing tentang perjalanan mereka selanjutnya.
Sunny menyadarkan punggung di kursi sambil tersenyum miris. Tidak, pikiran Sunny berbeda dari Rowena, May dan Queen saat ini. Gadis itu memikirkan Rayn, terlebih lagi soal kejadian dirumah Rayn kemarin.
Sunny sengaja menghubungi Rayn setelah itu, meminta cowok itu untuk sekedar menemaninya ke butik untuk mencari gaun prom night. Namun Rayn selalu beralasan sibuk hingga sampai saat ini.
"Kenapa lo bengong Sun?" May yang menyadari perubahan raut wajah Sunny langsung menepuk pundak gadis itu perlahan.
Sunny mengerjap beberapa saat kemudian memandang tiga sahabatnya yang kini menatapnya bingung.
Queen meringis geli "Gue tahu lo sedih karena kita bakalan berpisah, tapi gak kayak gitu juga kali muka lo."
"Kenapa wajah gue?" Sunny tak terima dipandang jahil tiga sahabatnya
"Kayak monyet, " timpal Rowena
"Ditumpukkan sampah, " sambung Queen
"Dan disitu ada Queen juga lagi ngemis duit." sambung Sunny asal-asalan
"Dan yang datang ternyata mafia yang namanya Reagive," sambung Queen
"Dan dia langsung bunuh lo," timpal May membuat Queen menatap tajam padanya.
Queen menggeleng "Gak-gak, mafia Reagive langsung nikahin Queen karena Queen cantik. Akhirnya Queen gak jadi pengemis lagi dan udah hidup bahagia sama Mafia Reagive. Tamat."
Keempat gadis itu serentak tertawa.
"Cerita gak ada faedahnya." Rowena menggeleng kecil
"Kapan lagi kita bakalan buat cerita gaje kayak gini." ucapan May sukses membuat tiga gadis itu menunduk lesuh.
"Kalian gimana? gue seperti yang udah pernah gue kasih tahu, gue udah tanda tangan kontrak modelnya dan tinggal sekolahnya dua tahun" Rowena memandang satu-persatu sahabatnya
"Gue tetap di Indonesia, sama Reagive juga." ucap Queen
"Benaran?" tanya Sunny
Queen mengangguk "Dan kalian tahu gak? Reagive juga masuk jurusan kedokteran," pekik Queen senang dan langsung disambut ucapan selamat dari tiga sahabatnya.
"Kalau gue gak di Indonesia." mereka kembali terdiam, memandang May dengan tatapan nanar
"Gue di China," lanjut May
"Sukses ya May, jangan lupain kita. Harus terus kasih info." Rowena merangkul pundak May
"Betul, jangan lupa buat ngabarin kita keadaan lo," sambung Queen berusaha menahan tangisnya.
"Sukses ya May, jangan lupa kenalin gue sama cogan- cogan disana," ucap Sunny.
"Isi otak lo cogan doang, lo lanjut dimana?" Queen memainkan garpu didepannya sambil menyipitkan mata kearah Sunny
Sunny mengendikkan bahu "Gue masih cari jurusan yang cocok sama otak pas-pasan gue."
"Semoga cepat ketemu, jangan kelamaan nyarinya," titah Queen
Sunny mengangguk patuh kemudian meneguk habis minumannya.
"Tetap saling kontak ya, awas aja kalau sampai kalian lupain gue." serga Sunny
Rowena, May dan Queen serentak mengangguk kemudian saling mendekati dan merangkul erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Teen FictionBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)