Happy Reading!
Kalau suka silahkan vote dan komentar😊
Terima kasih untuk kalian semuanya yang sudah bantu mempromosikan cerita ini😊
-----•••-----
"Memang gimana rasanya jadi lo?"
Sunny terdiam, menatap serius manik mata Rayn "Lo gak akan bisa paham Rayn," Sunny menarik napas gusar
"Lo gak akan bisa paham saat orang yang lo sayangi tiba-tiba tinggalin lo." lanjutnya.
"Gue paham." balas Rayn
Sunny tersenyum miris "Oh ya? Lo yakin, lo paham perasaan gue?"
"Iya, gue paham."
Sunny kembali menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan air matanya yang hampir kembali membanjir. Ini terlalu menyakitkan, bahkan terlalu berat untuk diucapkan.
Sunny masih membisu, mengubur perasaannya yang kacau untuk diceritakan. Semuanya masih terasa seperti mimpi. Gadis itu masih banyak berharap jika yang dialaminya tidaklah nyata.
Gadis itu menegakkan kepalanya, kembali menatap lekat manik mata Rayn
"Lo paham gimana sakitnya saat Wanna One bubar? lo paham gimana rasanya saat sosok yang selalu buat lo tersenyum tiba-tiba bubar? mereka gak ada lagi, masa kontrak mereka udah berakhir. Mereka gak lanjut di agensi yang sama. Mereka udah kembali ke kehidupan masing-masing, dan itu sakit banget. Gue masih belum terima harus kehilangan mereka secepat ini."
Rayn tak langsung menjawab. Raut wajahnya tak berubah, masih terlihat datar seperti bisa. Namun otaknya mulai bekerja keras, menerka maksud ucapan Sunny barusan. Ada yang tak asing dari ucapan gadis itu.
Sesaat cowok itu membelalak. Rayn paham maksud Sunny sekarang.
"Anjir lo."
"Kok malah ngumpat?"
"Dasar pemuja plastik."
"Diam lo."
"Kpopers alay."
Sunny menarik napas malas "Gue lagi gak mood buat war sama lo."
"Plastik ditangisi? gak penting."
"Gak penting? dasar pemuja boneka, manusia bau bawang."
"Gue sumpahin lo jadi titan."
"Gue sumpahin lo jadi monyet."
"Pergi dari sini,"
"Ini bukan kelas lo doang,"
"Ini bukan tempat meratap."
"Sialan lo"
"Lo yang-...." Rayn langsung menghentikan ucapannya saat pintu kelas didobrak paksa.
Tiga gadis dengan aksesoris mewah muncul dari balik pintu. Mereka berjalan perlahan kearah Sunny dan Rayn.
Aura permusuhan mulai terasa. Entah itu hanya perasaan Sunny atau keadaan yang memandang demikian, karena kini mata tiga gadis itu berkelebat amarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Teen FictionBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)