Happy Reading!
-----•••-----
Galaksi High School, singkatnya GHS. Sekolah swasta terbaik yang berhasil meluluskan siswa-siswi jenius dan berprestasi. Berbagai keberhasilan diraih setiap angkatan, membuat sekolah itu menjadi sekolah favorit didaerahnya.
GHS itu ketat aturannya. Penerapan sistem point dengan batas minimal membuat suasana disana menjadi tertib dan aman, karena tak seorangpun yang berani berulah.
Seperti sekarang, meski ada ratusan orang dalam gedung itu tak ada sedikitpun suara yang terdengar. Masing-masing berada dikelasnya, fokus pada pelajaran yang sedang berlansung saat itu.
Namun, berbeda dengan koridor kelas 11 saat ini.
Suara gesekan sepatu dengan lantai kian lama kian menggelegar, seakan tak peduli dengan jam pelajaran yang masih berlangsung. Didukung lagi dengan suasana yang sepi membuat suara gesekan itu semakin menggema keseluruh penjuru koridor lantai dua gedung kelas 11, Galaksi High School.
Satu detik..dua detik..tiga detik….
“BHOOMBAAYYAA!”
Suara gesekan sepatu itu kini bercampur padu dengan suara nyanyian yang semakin memuncak. Tidak, bukan nyayian, lebih tepatnya teriakan. Teriakan itu bahkan membuat beberapa siswa melongo kaget melalui jendela kelasnya.
“YAYAYA BHOMMBAYA,”
Dia gadis cantik berambut sebahu yang sempat terkenal se-Galaksi High School karena tingkah uniknya, tingginya 163 cm dengan pangkat Galaksi’s Kpopers Queen, dari kelas 11 MIPA 1.
Dia Kanaya Sunny Arabella, gadis yang sempat menjadi pembicaraan hangat beberapa minggu belakangan ini karena sikapnya yang berani saat diacara festival.
Dengan earphone yang bertengger rapi dikedua telinganya, gadis itu bernyanyi keras, sambil menggerakan tubuhnya mengikuti irama lagu, berusaha semaksimal mungkin agar gerakannya mirip seperti penari aslinya, tak peduli beberapa siswa yang lewat disampingnya sedang meliriknya aneh.
Mungkin saja sekarang Ia sudah menjadi salah satu orang tak waras dalam daftar mereka.
Biarkanlah Ia memenangkan pikirannya dari pelajaran matematika dikelas sekarang. Materi yang berat ditambah suasana layaknya militer bisa-bisa membuat Sunny tewas jika saja Ia tidak meminta izin untuk pergi ke toilet beberapa menit yang lalu.
Jam pelajaran akan berganti beberapa saat lagi, maka jangan harapkan gadis berambut sebahu itu langsung kembali ke kelas setelah keluar dari toilet.
“YAYAYA BOMMBAYAYAYAYAYA…BOMMBOMBA BOMMBOMBA OPP…”
Plaaakkk,
Sunny lansung tersentak ditempatnya. Cepat-cepat gadis menegakkan tubuhnya dan melepas earphone- nya kemudian beralih menatap sosok didepannya dengan rahang terkatub. Gerakannya langsung berhenti saat itu juga meski satu tangannya masih melayang pada cowok didepannya.
Gadis itu menelan salivanya susah payah, menatap cowok tinggi yang sedang memegang pipi kanannya, dan sialnya pipi cowok itu mulai memerah.
Ya, itu karena tamparan kerasnya tadi. Tamparan yang tidak Ia sengajai, tamparan karena gerakkannya.
Sunny merutuki dirinya sendiri karena gerakannya berhasil membuat cowok didepannya menatapnya, ah entahlah. Datar?seperti tripleks, marah?100%, benci?200%. Sepertinya setelah ini ia akan ditelan hidup-hidup.
Mampus lo Sun…keringat dingin mulai membanjir diwajah Sunny.
“Ma- maaf, gue gak sengaja.” ucap Sunny.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Ficção AdolescenteBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)