47. Kebun Bunga

51 8 0
                                        

Happy Reading!
-----•••------

Rayn memandang Sunny yang sedang tidur di pangkuannya.

Gadis itu merebah diatas rumput dengan kepala yang sengaja Ia taruh diatas pangkuan Rayn. Satu tangan cowok itu terangkat membelai lembut surai gadis itu sembari mendengar ucapannya yang tak henti sejak mereka tiba disana.

Pemandangan senja sore itu seakan menjadi candu bagi keduanya. Itulah mengapa dua remaja itu tak pernah absen pergi kebukit itu setiap kali ada waktu luang disore hari.

"Bang Ewa bakal bunuh gue kalau peringkat gue turun besok." oceh Sunny

"Mau gue siapin peti?"

Sunny melotot kaget, menatap tak percaya pada wajah datar itu "Sialan lo Rayn."

"Terus mayat lo nanti gimana?"

"Jadi lo mau gue mati benaran? lo masih dendam ya sama gue?"

"Gak juga." jawab Rayn santai

"Dasar animers alay." umpat Sunny kesal.

Rayn tersenyum simpul "Semoga aja gak turun nilainya."

"Semua orang selalu bilang gitu ke gue tiap kali mau terima raport, tapi gak pernah jadi nyata." Sunny tertawa hambar, entah sampai kapan ucapan itu hanya sekedar kata.

"Yakin aja kalau kali ini jadi nyata."

Sunny terkekeh pelan "Nilai gue turun semua Rayn, apalagi matematika. Lo gampang baru masuk tapi otaknya udah kayak Einstein."

"Siapa suruh gak belajar."

"Gue belajar kok,"

"Terus kenapa bisa turun nilainya hmm?"

"Gak tahu,"

"Lo benaran belajar?" tanya Rayn ragu.

Sunny mengangguk cepat "Gue belajar mati-matian  setiap pulang sekolah sampai subuh. Sampai-sampai kertas buku gue tempel diroti terus gue makan kayak Nobita."

Rayn berdecak "Belajar apaan?"

"Belajar memecahkan teori."

Cowok itu terdiam sejenak, berusaha memahami maksud ucapan Sunny. "Teori apaan?"

"Teori musik videonya BTS sama EXO." ucap Sunny santai

Rayn berdecih kesal "Sialan lo ular betina."

"Gue juga belajar pelajaran sekolah tiap malam kok, tapi gak tahu kenapa gak mau masuk ke otak."

"Udah penuh sama plastik."

"Tutup mulut lo animers alay." Sunny memandang tajam pada Rayn. Bahkan setelah menjadi pacarnya Sunny, cowok itu tak pernah absen meledeknya.

Rayn terkekeh kecil kemudian kembali membeli surai gadisnya "Tugas lo kerjain kan?"

"Gue rajin banget kerja tugas."

"Semoga aja nilai lo baik."

Sunny mengangguk, dalam hatinya Ia banyak mengaminkan ucapan Rayn. Gadis itu banyak berharap hasil besok dapat memuaskan atau setidaknya tidak membuat kakak tercintanya itu mengomel panjang lebar sepanjang hari.

Orang tua Sunny tak pernah mempermasalahkan peringkatnya. Mereka selalu menerima apapun hasil yang didapat Sunny. Namun tidak bagi Edward, pria itu pasti sudah siap dengan segala macam ceramahnya sekarang.

Sejenak Sunny dan Rayn terdiam, larut dengan pikiran masing-masing.

"Dimana sahabat-sahabat lo?" tanya Rayn kemudian

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang