Happy Reading!
-----•••-----
“Keren banget lo Rayn,” Brilly merangkul pundak Rayn penuh rasa bangga.
“Segitu mudahnya lo ngalahin Angkasa? hebat lo.” Vans hendak ikut merangkul pundak Rayn, namun cowok itu langsung diberikan tatapan tajam dari Rayn, membuat nyalinya menciut.
"Eh nona cantik mau kemana?" Vans mengalihkan tatapannya pada tiga orang gadis yang baru saja lewat disamping mereka.
Rayn, Brilly dan Reagive langsung menatap jengah kearah Vans, seolah tahu apa yang akan terjadi nanti.
"Nona-nona cantik mau kemana? mau gue antar?" Vans tersenyum lebar.
Tiga gadis itu bingung dengan tawaran Vans. Mereka masih terdiam, tak sedikitpun berniat membalas tawaran cowok itu.
"Mau gue antar? mumpung gue lagi sama teman-teman gue." tawar Vans lagi.
"Gak kak. Makasih." ucap salah satu gadis kemudian merangkul lengan dua sahabatnya dan segera meninggalkan Vans yang mengernyit bingung.
"Yakin gak mau gue antar? kalau begitu gue minta nomor kalian boleh? NONA CANTIK! NONA! CEWEK! WOI!" Vans menarik napas kesal. Tiga gadis itu tak sedikitpun menggubris panggilannya.
Tawa Brilly dan Reagive langsung pecah saat itu.
"Rasain lo,"
"Kasihan di tolak,"
Vans membalikan tubuhnya, kembali mendekati Rayn, Brilly dan Reagive yang sedang menertawakannya. Tak ada sedikitpun raut kesal diwajahnya. Memanglah demikian karena ini bukan pertama kalinya Vans ditolak oleh gadis yang di rayunya.
"Gak pernah kapok ya lo?" Reagive masih terbahak
"Rasain lo monyet." umpat Brilly.
Vans menaikkan dagunya "Selagi masih ganteng harus punya banyak cewek. Mubasirkan kalau ketampanan gue gak dipakai."
Brilly menghentikan tawanya "Terserah lo bangkek."
"Terserah lo Vans. Gue bodoh amat." ucap Reagive.
"Rayn, gimana lo bisa tahu taktik Angkasa? padahal lo baru kenal dia." tanya Reagive setelah beberapa saat mereka terdiam.
Brilly mengangguk setuju "Gue yang biasa balapan sama dia aja gak pernah tahu gimana taktik busuknya."
"Padahal tadi dia curang. Tapi lo hebat Rayn, lo buat dia gak bisa bicara apa-apa setelah lo memang." puji Reagive.
Yang dipuji hanya mendengus pelan. Menatap tiga sahabatnya tak minat. Padahal baru saja Ia menarik napas legah karena tak ada lagi ocehan tiga orang itu.
Kembali malam ini mereka ditantang Angkasa untuk balapan dan pertandingan itu berakhir dengan Rayn yang menjadi pemenangnya. Itulah mengapa sedari tadi ketiga sahabatnya terus memujinya, merasa puas sekaligus bangga pada Rayn yang berhasil mengalahkan Angkasa padahal itu adalah kali pertamanya bertanding dengan cowok itu.
“Kalian lihat muka Angkasa tadi? sumpah pengen ngakak gue.” Vans terkekeh puas.
"Jangan bangga lo.” protes Reagive
“Lain kali biar gue aja yang lawan Angkasa, taruhannya Seira.” ucap Vans penuh percaya diri.
“Najis.” Regive bergidik ngeri
“Yang jomblo biasanya suka sirik.” cibir Vans
“Siapa bilang gue jomblo? gak sadar lo?”
“Kenyataannya begitu kan?”
"Lo pikir bakalan ada cewek yang mau sama buaya kayak lo? lo aja lihat yang bening dikit langsung ngiler." timpal Reagive tak kalah sengit.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Teen FictionBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)