04. Tak Sengaja

325 58 15
                                        

Happy Reading!
-----•••-----

"Wow gila-gila!" Reagive melongo tak percaya. Matanya bahkan sampai tak berkedip menatap layar televisi yang sedang memutar amine Dr. Stone didepannya.

"Kapan coba gue punya otak encer kayak Senku." tutur Reagive penuh harap.

"Sampai anjing bertelur Give." imbuh Rayn membuat Reagive mencibir kesal.

"Demi apa gue punya teman kayak lo? gak pernah dukung niat sahabat sendiri." cowok itu pura-pura sedih.

"Gak pernah minta jadi sahabat lo." balas Rayn.

Reagive mengusap pelan dadanya "Jahat benar lo Rayn."

"Gue memang jahat."

"Sabar Reagive, cowok sabar disayang calon pacar." Reagive kembali mengusap perlahan dadanya.

Rayn sontak menegakkan tubuhnya, menatap Reagive datar.

"Calon pacar?"

Reagive langsung mengangguk mantap.

"Buku tebal maksud lo?"

Rayn sedikit khawatir dengan sahabatnya yang satu ini, pasalnya sejak pertama mereka bertemu hingga saat ini, cowok itu hanya berkutik dengan buku-bukunya, tak sedikitpun peduli dengan keadaan sekitar. Mottonya 'Pikir cita-cita baru cinta-cinta'.

Rayn sempat berpikir kalau temannya ini akan menjadi gila karena terlalu sering belajar. Namun Ia sangat bersyukur karena Reagive masih baik-baik saja sampai saat ini. Reagive itu punya otak jenius, berbanding terbalik dengan ketiga sahabatnya.

Akhir-akhir ini Reagive juga ikut bergabung ketika mereka kumpul bersama, tanpa buku ataupun membahas materi sekolah. Itulah mengapa Rayn dapat bernapas legah karena sahabatnya yang satu ini sudah mulai mengurangi maniak belajarnya. Bukannya Rayn tak suka Reagive belajar, Ia hanya ingin melihat cowok itu sedikit bebas dari beban belajar yang terlihat menyesakkan.

Reagive menggeleng kesal "Bukan monyet. Manusia, makluk hidup. Bisa napas, gerak, makan dan minum. Makluk yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Lihat aja nanti." Reagive menyeringai puas pada Rayn yang menggeleng pasrah disampingnya.

"Brilly sama Vans kenapa lama amat?" Reagive melirik jam pada ponselnya, pukul 21.00.

Rayn membaringkan tubuhnya di sofa dengan malas. Hari ini mereka berencana untuk kumpul dirumah Reagive jam 7 malam. Tapi apa yang terjadi sekarang, sudah tepat jam 9 malam Brilly dan Vans belum juga menampakkan bayangannya.

"Telpon."

"Udah, tapi gak diangkat" Reagive meletakan kembali ponselnya diatas meja.

"WOI!" Reagive segera bangkit dari duduknya, begitupun dengan Rayn yang segera terduduk.

Brilly muncul dari balik pintu dengan napas tak beraturan. Cowok itu memegang knop pintu sekuat tenaga, berusaha berdiri seimbang. Energinya terkuras habis karena harus berlari kencang ke rumah Reagive.

"Vans...." Brilly menelas salivanya susah payah.

"Vans dia...." Napas cowok itu tersendat, membuatnya susah berbicara.

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang