30. Berakhir

112 33 16
                                        

Happy Reading!
-----•••----

Gadis berambut sebahu itu tersenyum lebar. Matanya sedari tadi tak lepas memandang rindu deretan meja dan kursi kosong didepannya. Tiga minggu tanpa menginjakkan kaki ditempat itu bukanlah hal mudah bagi Sunny. Namun syukurlah, hari ini dia diberi izin untuk kembali bersekolah setelah ditambah dengan istirahat beberapa dirumah.

Gadis itu merentangkan tangannya, berlari kecil ke deratan tempat duduk itu sambil mengambil napas dalam-dalam.

"Kelas, bogoshipso."

Kelas yang masih sepi membuat suara gadis itu melengking kesegala arah. Tak peduli, Sunny hanya ingin menghirup udara ruangan itu.

Setelah puas melepas rindunya, Sunny segera menuju ketempat duduknya dan meletakan tas diatas meja. Baru saja gadis itu menarik kursinya, pandangannya langsung teralih pada meja dibelakangnya yang masih kosong.

Kening Sunny mengerut "Tumben belum datang."

Biasanya Rayn akan datang lebih dulu dibanding dirinya. Sunny ingat betul, Ia tak pernah absen dibuat kaget saat tiba dikelas karena ada Rayn yang tertindur nyanyak dibelakang.

Tapi hari ini semuanya terlihat berbeda. Sejak masuk kedalam kelas dan sampai saat ini tak ada tanda-tanda Rayn akan memunculkan batang hidungnya. Padahal Sunny sudah berharap akan melihat reaksi datar cowok itu saat Ia tiba dikelas.

"Dia kemana?"

Sunny tak lagi melihat Rayn sejak malam itu, bahkan saat teman-teman sekelas datang menjenguknya dirumah sakit.

Kedatangan Rayn malam itu terasa seperti angin lalu, sehabis memberikan senyum simpulnya pada Sunny, tanpa berucap Rayn langsung meninggalkan gadis itu begitu saja.

Mulai dari saat itu Sunny benar-benar tak lagi melihatnya bahkan mendengar kabar tentang cowok itu. Rowena, May dan Queen juga hanya mampu menggeleng saat Sunny bertanya tentang cowok itu.

Sadar dengan pikirannya, Sunny langsung menggeleng kuat "Kenapa lo berharap banget ketemu sama tuh cowok?" Sunny merasa bingung dengan dirinya sendiri. Gadis menarik napas gusar menetralkan kembali pikirannya yang kacau karena memikirkan cowok itu.

"Kenapa lo pengen banget lihat tuh cowok? Padahal otak lo rada panas kalau ada dia." monolog Sunny dalam rasa bingungnya

Sekali lagi Sunny menggeleng tak percaya, kemudian menyandarkan punggungnya di kursi.

Suasana diluar mulai terlihat ramai, beberapa siswa yang berjalan dikoridor menuju kekelas masing-masing. Sunny mengalihkan tatapannya pada jendela kecil di sampingnya. Nampak di lapangan futsal ada beberapa siswa yang berjalan disana.

Sunny meraih ponsel dari dalam tasnya "Udah lama gak stalk oppa." gumam gadis itu senang.

Tak mudah bagi seorang Sunny selama tiga minggu sebelumnya tak diizinkan memegang ponsel atau menonton TV. Saat itu Sunny hanya meringkuk diatas tempat tidurnya sambil sekali-kali memandang poster-poster besar ditembok kamar, berhalusinasi seperti biasanya.

Sangat hampa saat itu.

Baru saja gadis itu larut dalam aktivitasnya, sebuah pesan masuk membuat perhatiannya teralih. Sunny membaca pesan itu dalam diam, kemudian langsung bangkit dari duduknya dan beranjak keluar dari kelas.

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang