22. Sulit Dipahami

114 34 8
                                        

Happy Reading!
-----•••-----

“Permisi,” Sunny mengetuk pintu besar didepannya yang sedikit terbuka, kemudian masuk ksana dengan hati-hati.


Sunny memandang sekeliling ruangan itu namun tak ada satu orangpun disana. Baru saja gadis itu hendak meninggalkan ruangan,  derap langkah seseorang dibelakangnya membuatnya kembali berbalik.

“Sunny,” Zia menatap Sunny penuh tanya. Gadis yang menyandang gelar sekertaris OSIS itu nampak sibuk mengambil beberapa berkas dari dalam laci sebelum akhirnya mendekati Sunny yang masih berdiri ditempatnya

“Ada perlu apa?” tanyanya lagi

“Perlu kak Karel, mau balikin jaketnya.” Sunny sedikit menganggkat jaket ditangannya. Jaket Karel yang kemarin sempat dipakainya.

“Oh, lagi keluar ke kelas sebentar, mungkin sedikit lagi datang.”

Sunny mengangguk paham. “ Yaudah, Sunny tunggu diluar saja.”

“Jangan, disini saja.”

Sunny awalnya ragu dan gugup, namun akhirnya gadis itu memberanikan diri dan duduk disalah satu sofa. Bagaimana Ia tidak gugup, selama bersekolah di Galaksi High School, ini adalah kali pertama Sunny menapakkan kakinya didalam ruangan OSIS.

Sunny mengendarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang di dominasi warna coklat, nampak banyak laci buku dan meja kerja diruangan yang tak terlalu luas itu, juga ada sebuah meja bulat dengan beberapa kursi yang mengelilinginya.

Zia kembali membelakangi Sunny, fokus dengan tumpukan kertas diatas meja. Begitulah tugas seorang sekertaris OSIS, harus terus berurusan dengan tumpukkan kertas yang tak akan pernah berkurang.

Hingga Sunny mendongkak saat menyadari Zia tiba-tiba berjalan kearahnya, kemudian mengambil tempat disampingnya. Seperti biasa, gadis ramah itu tersenyum pada Sunny.

“Karel bilang kemarin dia mau ngajak kamu ke suatu tempat.”

Sunny mengangguk “Iya kak, ke kebun teh pamannya.”

“Oh, aku juga sudah lama gak kesana.” gumam Zia


“Kak Karel bilang, kalian pernah sama-sama kesana.”

Zia mengangguk “Iya pernah sekali, pemandangannya indah banget. Aku dan Karel bahkan janjian lagi untuk kesana kalau ada waktu luang, tapi dia selalu sibuk saat aku ajak.”

Sunny terdiam, menunggu Zia melanjutkan ucapannya.

“Kamu dekat ya sama Karel?” pertanyaan tiba-tiba itu membuat Sunny mengerjap. Gadis itu memandang Zia dalam diam, bingung harus berkata apa.

“I-iya kak.”

“Baru kali ini loh Karel dekat dengan cewek lain, dia sampai mau pinjamin jaket kesayangannya buat kamu.” sorot mata Zia tak lepas pada jaket yang digenggam Sunny.

Sunny gelapan sendiri harus bereaksi apa setelah mendengar fakta yang dibeberkan Zia, hingga akhirnya gadis itu hanya memandang jaket digenggamnya dengan kikuk.

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang