Happy Reading!
-----•••-----
Pria itu tak dapat duduk dengan tenang. Sedari tadi Ia hanya mampu mondar-mandir diruang tamu sambil sesekali melirik ponselnya berharap ada panggilan masuk saat itu.
"Mampus,"
Pria itu kembali menarik napas gusar, menatap pagar depan rumah lewat jendela besar, berharap seseorang segera menampakan wajahnya disana. Nihil, 30 menit telah berlalu namun yang ditunggu tak sedikitpun menampakkan tanda-tanda akan muncul disana.
Edward langsung meraih kunci mobil diatas meja dan tanpa berpikir panjang pria itu segera menunju ke mobilnya yang terparkir di halaman rumah. Baru saja tangannya membuka pintu mobil, sebuah motor sport hitam memasuki pekarangan rumah dan berhenti beberapa langkah didepannya.
Seorang gadis turun dari motor itu, melepas helmnya lalu menyodorkannya pada pengendara motor. Seketika Edward menarik napas lega, gadis yang Ia tunggu akhirnya muncul.
Edward berjalan mendekati Sunny "Kenapa telepon aku gak dijawab?"
Sunny mengerling tajam "Diam."
"Kenapa gak dijawab?" desak Edward
Sunny memutar bola matanya malas "Bukannya Sunny yang harus nanya gitu bang, kenapa Sunny telpon gak diangkat? habis ngapain?"
"Katanya bakalan jemput Sunny jam 1, tapi lihat udah jam 3. Dasar tukang php."
Edward menggaruk tengkuknya, bingung harus menjawab apa. Hati dan pikirannya seketika diliputi rasa bersalah, entah sudah berapa kali adiknya harus menjadi korban karena ulahnya.
"Ya maaf, abang ketiduran."
Sunny tertawa hambar "Gorok abang dosa gak?"
Edward ikut terkekeh "Dosa Sunny, apalagi kalau yang digorok itu kakak mu yang tercinta ini."
Pria itu beralih menatap Rayn yang sedari tadi hanya memperhatikan pertengkaran adik kakak itu.
"Dia siapa? pacar kamu Sun? Terus yang kemarin itu siapa? jangan bilang dia selingkuhan kamu." Edward sedikit berbisik.
Wajah Sunny menegang, gadis itu melirik sekilas pada Rayn yang sedang menatap datar kearahnya kemudian beralih menatap Edward dengan kesal.
"Teman sekelas Sunny bang, jangan aneh-aneh deh."
Edward mengangguk meski matanya masih menatap Rayn penuh selidik.
"Makasih udah ngatarin gue." ucap Sunny kemudian
Rayn hanya mengangguk.
"Pulang sana." Sunny meniru nada bicara Rayn beberapa saat lalu.
"Gue tahu." sahut Rayn namun cowok itu tak sedikitpun bergerak dari tempatnya.
Rayn berdehem singkat kemudian kembali melepas helmnya dan menatap Sunny ragu.
"Gue mau belajar sama lo."
"Apa? gak boleh." Edward spontan menolak. Sementara Sunny masih terdiam, berusaha mencerna maksud ucapan Rayn.
"Lo gila? gue tahu lo mau dekatin adik gue kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Fiksi RemajaBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)