Sebelum lanjut ada yang mau author sampaikan nih,
Ini dari hati author yang paling dalam, canda paling dalam🙃
Tapi betulan lho, ini dari hati tiga author yang paling tulus untuk kalian semua.
Terimakasih buat kalian semua yang udah setiap baca KPOPERS VS ANIMERS sampai saat ini.
Terimakasih kasih juga buat kalian semua yang udah kasih vote dan komentar.
Terimakasih juga buat pembaca semua yang selalu mendukung KVA. Banyak love deh buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Gitu dulu ya,
Happy Reading!
------•••-----
“Selamat siang.” Rayn berdiri didepan pintu dapur sembari tersenyum pada wanita didepannya. Seperti biasa, wanita itu selalu jadi orang pertama yang Ia sapa saat pulang dari sekolah.
Wanita dengan cemelek coklat itu sontak menoleh kemudian ikut tersenyum kearah Rayn. Dengan tangannya yang memegang sebuah mangkuk, Ia memandang putranya.
“Udah selesai sekolahnya Rayn?”
Rayn mengangguk “ Udah bunda.”
Cowok dengan seragam putih biru itu kemudian melangkah mendekati Bunda Soya dan memeluk wanita itu dari belakang. Hari ini terasa berat baginya, mungkin dengan memeluk bundanya sebentar bisa membuatnya lebih baik.
“Kok tiba-tiba meluk bunda sih? Ada apa huh?”
Rayn menggeleng “Gak ada,”
“Bohong, kamu gak biasa kayak gini.”
“Gak ada bunda."
“Yaudah sana ganti seragam sana.”
Rayn melepaskan rangkulannya kemudian berjalan meninggalkan bunda Soya. Namun langkahnya berhenti didepan pintu saat bunda Soya kembali memanggilnya.
“Oh iya, Rayn?”
“Iya,” Rayn menoleh
“Kata bibi Shinta tadi ada teman cewek kamu yang datang.”
“Siapa?”
“Namanya….aduh bunda lupa nanya namanya. Bibi Shinta bilang sepertinya teman kamu waktu di Bandung.”
“Dia dimana?”
“Udah pulang Rayn. Katanya dia nunggu kamu lama banget makanya dia izin pulang, nanti baru balik.”
Rayn hanya mengangguk sekilas kemudian melesat ke kamarnya. Seingat Rayn Ia tak punya sahabat perempuan saat di Bandung. Tapi sudahlah, cukup dengan segala perkara hari ini, Rayn tak mau lagi memikirkan hal lain.
Tangannya menggapai knop pintu putih didepannya. Rayn kini berada didalam kamarnya namun tak selangkahpun diambilnya. Cowok itu menyandarkan punggungnya pada pintu kamar yang sudah Ia tutup kemudian bergeming. Menatap kosong kedepan, membiarkan segala pikirannya menjawab kejagalan hari ini.
Perasaannya kacau hingga saat ini dan Rayn benci perasaan ini, sungguh. Perasaan ini selalu sukses membuat berantakan pikirannya. Ditambah dengan perkataan Vans tadi pagi sukses membuatnya tak dapat bernapas tenang sampai sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Teen FictionBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)