39. Pikiran Yang Sama

82 26 0
                                        

Happy Reading!
-----•••-----

Entah sejak kapan cahaya putih itu mulai menitik diatas langit, bertaburan begitu banyak seolah enggan membiarkan hamparan hitam itu kosong. Jarum jam perlahan bergeser menuju pukul 9 malam, namun gadis dengan sweater ungu itu belum juga beranjak dari samping kolam renang.

Sudah berjam-jam Ia duduk disana, dengan kepala yang tertunduk menatap kedua kakinya yang Ia celupkan ke dalam kolam. Bahkan udara dingin yang menusuk malam itu tak terasa sama sekali baginya.

Pikiran Sunny masih berkelana pada dikejadian sore tadi.

Maaf karena gue benar-benar suka sama lo.”

“Sunny, gue suka sama lo.”

“Gue gak akan paksa lo buat balas perasaan gue.”

Ucapan Rayn terus berdatangan dalam dalam otak Sunny. Suara itu seperti telah diatur untuk terus ulang berputar dalam benaknya seolah tak sedikitpun memberikannya celah baginya untuk dapat berpikir.

Tak pernah terbayang oleh Sunny jika cowok itu punya perasaan padanya. Justru yang selama Sunny pikir Rayn sangat benci padanya. Namun cowok itu tadi menyatakan perasaan padanya. Ada apa? hal apa yang telah dia lewatkan selama ini?

“Kemana aja lo selama ini Sun? kenapa lo gak peka?”

Sunny kembali mengacak rambutnya
“Sejak kapan? bagaimana bisa?” monolog Sunny penuh tanya

Seketika Sunny terlonjak
“Gimana latihan besok? Gue harus gimana saat ketemu Rayn nanti?”

“Akh, sial-sial.” Sunny menghentak kasar dua kakinya dalam kolam

Gadis itu masih belum memberitahukan Rowena, Queen dan May. Untuk sekarang Ia ingin berpikir sendiri. Sunny rasa sudah cukup Ia membuat ketiga sahabatnya khawatir karena dirinya yang tiba-tiba putus dengan Karel. Biarkan untuk sekarang Ia sendiri berpikir, menyelesaikan semuanya sampai tuntas.


“Gue harus jawab apa nanti? Oh Sehun tolong Sunny.” Sunny menjadi lesuh. Pikirannya benar-benar berat sekarang, bahkan nonton drama atau mendengar musik tak bisa mengatasi perasaannya yang semakin tak menentu.

“Kenapa kamu masih diluar Sunny?”
Sunny terlonjak, gadis itu sedikit membalikkan tubuhnya, kemudian tersenyum kecut pada wanita yang sedang berjalan kearahnya. Sunny langsung langsung bangkit dari duduknya.

“Lagi mikirin apa sampai begong gitu?” Mega membelai lembut rambut putrinya. Ya, wanita itu kembali karena ada beberapa hal mendadak yang harus Ia selesaikan di Indonesia.

“Gak mikir apa-apa kok ma.”

“Bohong, dari tadi mama lihat kamu kayak orang lagi stress berat.”

Sunny tertawa hambar “ Cuma pikiran biasa kok ma."

Mega menatap tak percaya pada putrinya, Ia tahu gadis itu tak sedang baik-baik saja.

“Sini cerita sama mama, siapa tahu mama bisa kasih jalan keluar.”
Sunny sedikit menatap wanita itu, kemudian kembali tersenyum kecil. Sepertinya tak ada salahnya jika Ia bercerita pada ibunya kejadian tadi. Sunny tahu, tak seharusnya terus berbohong pada wanita itu tentang dirinya yang baik-baik saja.

Sunny dan Mega mengambil tempat dikursi dekat kolam. Sunny mulai menceritakan kejadian tadi, mulai dari saat diriny dan Rayn bertemu Karel dan Zia saat selesai latihan sampai pada Rayn yang mengungkapkan perasaan padanya, namun Ia hanya terdiam tak menjawab apapun.

“Lalu apa yang kamu bilang ke Rayn?”

Sunny menggeleng “Sunny kaget banget ma, makanya Sunny cuma diam.”

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang