67. Untuk Takdir

72 10 0
                                        

Gak kerasa ya, dari tanggal 2 Agustus 2021 sampai malam ini 18 Oktober 2021 Kpopers Vs Animers udah di part-part terakhir😢

Dua bulan lebih post cerita ini dan dapat respon baik dari kalian semua ,Terimakasih banyak 🥺❤️🥰

Terimakasih banyak sudah setia menunggu cerita ini di update 🥺

Ini untuk terakhir kali,author pengen banget lihat komentar kalian. Apapun itu🥺

Happy Reading!
Yuk semangat yuk😢
-------•••-------

Rayn masih berdiri ditempatnya meski sudah 45 menit semenjak Sunny hilang dari hadapannya. Cowok itu mengacak rambutnya frustasi kemudian mengumpat kesal dalam hatinya.

Sialan lo Rayn, brengsek lo Rayn…

hanya kata itu yang terus terucap dalam hatinya, seakan tak ada kata lain yang bisa menjabarkan betapa Rayn sangat membenci dirinya saat ini. Ucapan Sunny beberapa menit yang lalu masih tergiang ditelinganya, menghantam batinnya hingga meninggalkan lubang yang sangat besar sekarang.

Katakanlah Rayn menyesal sekarang, karena sedari tadi cowok itu hanya bergeming seakan kehilangan setengah jiwanya. Ada yang kosong diseparuh hatinya, dan Rayn sadar kalau itu karena Ia kehilangan Sunny.

Ya, Ia telah kehilangan Sunny, gadis yang susah payah diperjuangkannya, seakan semua perjuangan dan pengorbanannya sepuluh bulan lalu adalah sia-sia. Benar, itu sia-sia karena Ia sudah berjanji untuk mencintai gadis itu seumur hidupnya namun berakhir dengan berkata kasar pada gadis itu, menunjukkan rasa bencinya yang tak berpangakal, mencurigai gadis itu, bersama Claudy tanpa peduli bagaimana perasaan Sunny, mengabaikan dan menolak setiap ucapan Sunny, bahkan sampai membuat gadis itu meneteskan air mata.

Sangat brengsek, iya, Rayn mengakui itu. Ia ingin memiliki Sunny selamanya namun tak bisa mengontrol emosinya didepan gadis itu.

Rayn menyesal, sangat menyesal, karena fokusnya yang perlahan teralih pada Claudy membuatnya tak sadar sudah begitu banyak kesalahan yang Ia buat pada Sunny, Ia tak pantas dimaafkan.

Rayn kembali mengacak rambutnya bahkan lebih kuat dari sebelumnya, sangat membenci dan menyesali dirinya sekarang. Seharunya Ia sadar dan berhenti untuk terlalu terjatuh dalam sikap manis Claudy.

Seharusnya Ia sadar seharusnya tidak memberi perhatian lebih pada gadis itu, karean Claudy akan semakin memanfaatkan kesempatan disaat Ia semakin bersimpati.

“Brengsek lo Rayn, brengsek” umpat Rayn

Beberapa fakta yang diucapkan Sunny tadi ikut menghantamnnya membuatnya tidak hanya bergulat dengan kebenciannya namun dengan pikirannya. Rayn merasa bodoh, karena kenyataan kalau Claudy yang sering memanfaatkan kesempatan tanpa disadarinya.

“Rayn lo disini?” suara itu membuat Rayn menoleh

Napas cowok itu kembali menggebu, tangan sudah terkepal kuat siap untuk diluncurkan ke wajah Claudy, hanya saja Rayn masih cukup sadar sekarang untuk menempatkan posisinya sebagai seorang laki-laki.

“Gue cari lo kemana-mana ternyata lo disini.”Claudy semakin mendekati Rayn, tak sadar cowok itu sudah menatapnya penuh kebencian.

Sesaat Claudy terdiam, berusaha mencerna suasan yang tiba-tiba menegang saat ini. Hingga sesaat gadis itu terlonjak saat sorot lampu memantul diwajah Rayn, menampilkan Rayn yang penuh amarah kearahnya.

“Lo kenapa? Sunny ngapain sampai lo kayak gini?” Claudy hendak menggapai Rayn namun cowok itu secepat mungkin menghindar

“Rayn lo ke-…”

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang