Happy Reading!
-----•••-----
Gadis itu mengerjap pada tembok tinggi didepannya. Sesekali Ia mendengus kasar, memaksa otaknya untuk berpikir keras bagaimana bisa masuk kedalam sekolah lewat tembok tinggi itu.
Tidak, Sunny bukan siswi nakal yang suka melompat pagar jika terlambat.
Sunny selalu jadi orang pertama setiap kali datang ke sekolah. Hanya saja karena semalam Ia habiskan dengan menonton puluhan episode drama, akhirnya Ia harus bangun kesiangan dan berakhir dengan datang telat ke sekolah hari ini.
Beberapa saat yang lalu Sunny berdiri didepan gerbang sekolah, memantau keadaan sekitar untuk bisa masuk kedalam tanpa harus dihukum atau diusir pulang. Namun keadaan tak kunjung aman karena pak Joko-satpam sekolah masih berdiri disana, memantau keadaan sekitar sambil sesekali membaca korannya.
Dan disinilah gadis itu sekarang, di pagar belakang sekolah, siap dengan segala rencananya untuk bisa masuk kedalam. Sunny menumpuk beberapa balok yang berserakan dipinggir pagar, kemudian naik keatasnya dan berusaha menggapai ujung pagar tembok setinggi 2 meter itu.
"Yess!" jari mungil itu berhasil meraih ujung tembok. Tapi,
Buukkk....
Belum juga berada diatas pagar, Sunny harus terjatuh kebelakang menghantam runtuhan balok yang Ia susun tadi.
"Akh. Astaga Taehyung pacarmu jadi lecet." Sunny menatap miris tangan dan kakinya yang mulai mengeluarkan darah segar. Denyut perih ikut terasa disekitar punggungnya.
"Balok sialan. Beraninya lo jatuhin istri-"
"Cewek nakal." suara itu terdengar tak asing membuat Sunny terdiam beberapa saat.
Sunny setengah membalik tubuhnya dan langsung mendapati Rayn sedang berdiri dibelakangnya.
"Ehh kutil sapi, bukannya tolongin gue malah ngomong gak jelas." timpal Sunny
"Harus?" cowok itu memandang Sunny tak minat , kemudian mengalihkan tatapan ke tembok didepan.
"Jangan bilang lo telat juga?" Sunny berusaha menahan tawanya saat air wajah Rayn berubah dingin.
"Bukan urusan lo."
Sunny tertawa mengejek "Siswa baru kok telat, gimana mau jadi panutan kedepannya. Mana mau lompat pagar lagi."
"Bukannya lo yang harus jadi panutan?" ucapan Rayn sukses membungkam mulut kecil Sunny. Gadis itu seperti tertampar ucapan Rayn.
Sunny bangkit berdiri, berusaha agar tubuhnya tegak meski tulangnya masih terasa remuk.
"Mau ngapain lo?" kening Sunny mengerut saat Rayn kembali menyusun balok tadi dan naik keatasnya. Cowok itu tak langsung menggapai pagar, Ia justru membungkuk dan menepuk punggungnya.
"Naik terus lompat." titah Rayn
Sunny membelalak tak percaya "Lo suruh gue lompat pagar yang tingginya kayak monas? gak lihat lo kaki gue udah remuk gini?"
"Bawel banget lo."
"Enak aja, gue tau lo pasti manfaatin kesempatan ini buat nyegarin otak mesum lo kan?"
"Gak doyan sama lo, rata gitu."
"R-rata?" Sunny hanya mampu tertawa miris menanggapi ucapan Rayn.
Dengan terpaksa gadis itu menurut dan langsung naik ke punggung cowok itu. Hingga akhirnya dua remaja itu berhasil masuk kedalam sekolah.
Rayn dan Sunny mengendap, berusaha agar tidak tertangkap guru atau perangkat OSIS yang sedang berpatroli. Tinggal berlari ke gedung kelas 11 dan mereka akan selamat dari rintangan menakutkan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Fiksi RemajaBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)