Selamat Membaca
Semoga Suka😊
-----•••-----
Rayn sedari tadi tak dapat duduk tenang. Sudah beberapa jam berlalu namun cowok itu masih saja berjalan mondar-mandir didalam kamarnya.
Rayn tampak berpikir keras, masih berusaha mencerna ucapan Reagive tadi. Terkadang Ia terlonjak dan merutuki dirinya sendiri. Namun pada akhirnya Ia kembali berpikir keras dan hanyut dalam pikirannya.
"Bodoh lo Rayn." untuk kesekian kalinya umpatan itu keluar dari mulutnya.
Rayn benci perasaan ini. Dia benci perasaannya sekarang. Rasa kacau seakan memenuhi otak dan hatinya, membuatnya sedari tadi tak dapat berpikir jernih. Rayn tak mengerti dengan perasaan ini dan Rayn membenci itu.
"Tenang." Rayn menarik napas perlahan, berusaha merilekskan dirinya agar dapat berpikir lebih lanjut.
Ia hanya butuh sekedar memahami perasaannya yang sekarang.
Hatinya masih terasa perih melihat kedekatan Sunny dan Karel tadi, bahkan semakin bertambah perih saat Reagive memberitahukan kalau Sunny dan Karel tengah berpacaran.
Rayn tersenyum kecut. Seharusnya Ia merasa bahagia karena gadis meyebalkan itu telah dimiliki cowok lain dan itu artinya gadis itu tidak akan cari masalah atau sekedar berurusan dengannya.
Namun hatinya berkata lain.
Kejadian-kejadian itu kembali berputar dalam benaknya, kejadian yang sekaligus telah menjadi kenangan baginya, kenangan bersama gadis menyebalkan itu. Gadis yang awalnya selalu ingin Ia hindari, gadis yang mungkin akan selalu jadi musuhnya, gadis yang selalu sukses menghancurkan hari-harinya.
"Sial." umpat Rayn, tangan mencengkram rambutnya.
Rayn sadar, sudah seminggu bahkan lebih Ia terperangkap dalam perasaan yang sama, dan sialnya wajah gadis itu juga ikut terperangkap bersama perasaanya. Bahkan kini otaknya hanya dipenuhi nama itu, Sunny.
Rayn segera meraih ponselnya diatas ranjang. Jarinya sibuk mengetik deret huruf, mencari nomor yang perlu Ia hubungi sekarang.
Sepersekian detik nomor itu tertera dilayarnya. Rayn menekan panel telpon, menarik napas dalam, mempersiapkan diri ketika panggilannya diterima.
"Yeoboseo..." suara itu membuat Rayn terdiam.
"Ehh maaf, maksudnya hallo." terdengar dari seberang gadis itu sedang merutuki dirinya.
Rayn bergeming mendengar samar-samar suara Sunny disana.
"Ngapain lo terlon gue malam-malam begini animers alay?"
Rayn mengerjap beberapa kali.
"Eh, gak kedengaran ya?"
Rayn berdehem singkat "Gue dengar."
"Oh..." ucap Sunny datar
Rayn kembali terdiam. Dia tampak berpikir keras, menimbang-nimbang haruskah Ia menanyakan hal itu pada Sunny, menanyakan ucapa Reagive tadi.
Tapi bukankah sudah jelas Sunny dan Karel berpacaran. Bahkan dari tatapan keduanya, nada bicara dan kedekatan mereka sudah cukup jelas mendeskripsikan kalau mereka tengah menjalin suatu hubungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KPOPERS VS. ANIMERS [END]
Roman pour AdolescentsBertemu seorang cowok dingin di koridor kelas 11 merupakan hal yang tak pernah di inginkan oleh seorang Kanaya Sunny Arabella. Apalagi pertemuan mereka harus berawal dengan Sunny yang tak sengaja menampar wajah cowok dingin itu. Gelagat cowok itu b...
![KPOPERS VS. ANIMERS [END]](https://img.wattpad.com/cover/170154644-64-k10658.jpg)