63. Dia Berubah

41 8 0
                                        

Happy  Reading!
Semoga Suka^_^
------•••------

Semuanya tidak akan berubah secepat itu. Sunny sudah berusaha untuk tetap memahami keadaan Rayn, namun kenyataan kalau Claudy kini berada bersama cowok itu membuat Sunny tak dapat berpikir tenang.

Beberapa kali gadis itu menarik napas gusar, sambil berjalan beriringan bersama Rowena, May dan Queen menuju sudut taman untuk meihat senja yang kata orang sangat indah jika dilihat dari sana.

“Udah gue capek.” Sunny langsung memisahkan dirinya dari Rowena, May dan Queen setelah melakukan beberapa pose berlatar pemadangan sore iu.

“Tumben lo capek duluan, biasanya lo yang paling rajin buat selfi," serga Rowena sambil tertawa kecil

“Yakin gak mau lanjutin lagi Sun?” tanya May

Sunny menangguk “Udah malas gue, kalian sediri aja.” Sunny sedikit menjauhi tiga sahabatnya kemudian mengambil tempat disalah satu kursi tanam, mengistirahatkan kedua kakinya yang mulai terasa pegal.

Satu jam empat gadis itu habiskan dengan berkeliling taman, menikmati apapun yang ditemui mereka. Hingga disinilah tujuan akhir mereka, disudut taman sambil memandang pemandangan sore itu.

Masih dengan pemandangan yang sama sore itu, Sunny menatap kedepan. Warna perlahan mengabur, menandakan waktu perlahan medetak ke malam hari.

Sebuah earphone putih kini bertengger rapi dikedua telinga gadis itu. Perlahan alunan music yang berputar dari sana membawa gadis itu bergeming.

“Sialan,” Sunny langsung melepas kasar earphone- nya.

Ini yang paling Ia benci, dalam keheningan dan kesendiriannya bayangan Rayn dan Claudy kembali berputar didepannya. Apalagi ucapan Rayn dan raut tak suka cowok itu saat Sunny melarangnya mendekati Claudy seakan mejadi film permanen yang terus berputar dihadapannya.

Sunny bangkit dari duduknya dan berlajan menjauhi tiga sahabatnya yang tak kunjung berhenti dengan kesibukan mereka. Gadis itu mengalun perlahan sambil menatap pemandangan didepannya dari setiap sisi.

Because I love-…kak Karel?” Sunny langsung membelalak saat melihat Karel berjalan tak jauh didepannya. Cowok itu tak sendiri, Ia bersama seorang gadis yang bisa Sunny tebak adalah Zia.

Sunny berlari kecil kearah Karel yang belum menyadari kehadirannya. Sedikit lagi gadis itu akan sampai pada Karel, kakinya spontan terhenti.

Sunny nyaris kehilangan keseimbangannya jika saja Ia tidak secepat mungkin menopang tubuhnya pada pohon sampingnya.

Gadis itu memperbaiki berdirinya, menatap kearah depannya dengan nanar. Tidak, bukan pada Karel dan Zia, tapi dua orang disamping mereka. Terulang, pertemuan yang tiba-tiba dan tak terduga itu terulang lagi, seakan tak ada scenario lain untuk menjabarkan semua hal yang tak masuk akal ini.

"Ada yang harus gue lakuin."

"Sekarang?"

"Hmm."

"Sibuk banget ya?"

"Iya.”

Sunny menatap nanar ke arah samping Karel, tepatnya kearah Rayn dan Claudy yang sedang bergandengan erat menyusuri beberapa meja yang menjual pernak-pernik.

Sunny masih berdiri ditempatnya, memandang gerak gerik Rayn dan Claudy didepannya. Hati kecilnya berteriak kencang, namun kakinya seakan terpaku erat disana. Hati mencelos namun sebisa mungkin gadis itu menahan suaranya agar tidak berteriak saat itu.

KPOPERS VS. ANIMERS [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang