Pada umumnya, hubungan kekasih antar ketua geng pasti bersifat romantis, lucu, dan menggemaskan. Tapi tidak dengan pasangan Rasya Pradipta dan Aqeela Aselyana.
Kedua ketua geng itu justru menjalin hubungan kekasih yang alay dan menggelikan. Walaupu...
Aqeela tersenyum tipis. Jujur dia salting dengan postingan itu. Rassya memang seperti bunglon, kadang bersifat alay, romantis, dan cuek. Beruntung Aqeela gadis yang sabar dan tabah.
"Kuy lah ngantin!" ajak Sandy.
"Gass!" balas Saski berjalan mendahului.
🌸🌸🌸
"HAHAHAHA plisss adek lo minta di geprek anjir!" Saski tertawa kencang membuat beberapa siswa-siswi melirik ke meja mereka yang tampak heboh. Tapi tak ada yang berani menegur.
Aqeela memelankan tawanya. Dia mengusap air matanya. "Sampe terharu gue."
Sandy ikut terbahak. "Emang si Chelle kerjaan sampingannya itu sih."
"Bego banget," komentar Ratu tak habis pikir.
Keempatnya lalu melanjutkan makannya. Mata Aqeela sedari tadi bergulir. Mencari sesosok lelaki yang sedari tadi tidak mengabarinya. Aqeela heran, secara kan Rassya bucin banget, tapi kenapa dari tadi tidak mengabarinya.
"Nyari cowo lo ya Qeel?" tanya Sandy sambil mengunyah mie nya. "Kata Rey sih mereka lagi ada rapat. Gue nggak tau rapat apa, tapi kayaknya rapat geng deh."
Aqeela manggut-manggut. "Ada problem emang?"
Sandy mengedikkan bahunya.
"Ada! Kiesha bilang ada something yang ga boleh kita tau! Yang tau cuma boleh anggota Alvasdor aja!" sahut Ratu. Aqeela mengernyit.
Saski sendiri diam. Dia menatap ketiga sahabatnya sambil bertopang dagu.
"Aihh gue jadi ngang ngong kayak gini," gerutunya.
Sandy tersenyum, "Jefan available."
"Mau dia single, kaya, royal, good attitude, good looking, good rekening pun gue sama dia nggak bakal bersatu. Lagian mana mungkin dah gue demen," balas Saski.
"Aduhh sad dehh," ledek Ratu.
Saski cemberut. Sampai saat ini dia masih belum memikirkan tentang pria. Menurutnya mempercantik diri dulu. Lagian cowok-cowok juga banyak yang antri untuk mendapatkan hatinya. Apalagi cita-citanya sebagai model harus tercapai terlebih dahulu, baru dia akan mencari pasangan hidup.
"Ya mungkin ini masalah serius, jadi Rassya nggak sempet kabarin lo," balas Sandy berpikir rasional.
"Tapi emang seserius itu ya?" tanya Aqeela menjadi penasaran.
Pembahasan kembali serius.
Ratu menatap ketiga sahabatnya sungguh-sungguh.
"Menurut gue, ini masalah bukan masalah biasa. Tapi masalah gede, ya karena nggak biasa si Rassya bulol kayak nggak peduli sama lo!"
Aqeela menoyor kepala Ratu. "Dia ga bulol ya!"
Ratu meringis. Toyoran Aqeela tidak main-main. Setara dengan bogeman. Tapi tak apa, Ratu kan kuat.
"Oke, si bul- akh maksud gue Rassya bener-bener mode leader sekarang. Jadi gue pastiin yang nyari masalah sama dia, bakal ke RS atau kuburan," lanjut Ratu.
"Kalo Aqeela yang cari masalah gimana?" tanya Sandy iseng.
"Berakhir di kamar dan melakukan- ssttt anak kecil nggak boleh tau deng," jawab Saski membekap mulutnya. Sandy mendengus.
"Gue rasa, akhir-akhir sering ada masalah ya," celetuk Aqeela.
Ketiga sahabatnya diam. Mereka tampak berpikir keras.
"Gue nggak tau ini feeling atau bukan, tapi gue pikir nanti atau kapan pun tapi dekat-dekat ini bakal ada masalah besar."
🌸🌸🌸
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Thank you for reading this story🙆🏻♀️💘
Jangan lupa vote. Dan jangan menjadi siders. Karena itu menyakitkan jujur.