Angin menyapu permukaan tanah berumput pagi itu. Elias sedang berjalan menuju pintu tersembunyi di bagian belakang bangunan ketika ia mendengar suara gemerisik semak yang bergesekan. Di seberang sana, danaunya mengalir dengan tenang, sesekali riak muncul di atas permukaannya ketika pohon besar yang berdiri di bantaran menjatuhkan ranting atau batu kecil ke permukaannya. Sinar matahari muncul di kejauhan, cahaya keemasannya membelah kabut tebal yang menyelimuti danau. Embun yang baru saja mencair membuat tanah di bawah kakinya terasa lembab. Dan suara-suara kicauan burung yang familier menggantung di sekitarnya. Kemudian suara gemerisik itu lagi.
Elias berjalan lebih jauh untuk mencari dimana sumber suara itu berasal. Firasatnya mengatakan bahwa suara itu berasal dari semak-semak liar yang tumbuh di sekitar danau. Karena tanahnya licin, Elias hampir saja jatuh. Ia berpegangan pada dinding setinggi dua meter di depannya kemudian bergerak untuk melompati pintu besinya yang telah rusak. Lagi-lagi Elias hampir jatuh, namun tangannya meraih rangka besi dari pintu itu dengan cepat, berputar untuk menopang tubuhnya, namun tidak mengantisipasi rangkanya yang akan patah sehingga kakinya terkilir saat berusaha menahan bobot tubuhnya.
"Sialan!"
Elias berderap ke arah tebing untuk menyandarkan tubuhnya. Nafasnya tersengal saat ia berusaha menahan rasa sakit pada kakinya. Sementara itu, suara di semak-semak muncul kembali. Dengan langkah pincang, ia mendekati semak itu kemudian terlonjak kaget ketika seekor anjing hitam baru saja melompat keluar dari sana. Tubuhnya terhuyung ke belakang dan karena tidak dapat menahannya, ia terjatuh dengan punggung menghantam permukaan tanah.
Untuk sesaat anjing itu mematung menatapnya sembari menunjukkan lidah dan taringnya. Sepasang mata gelap itu mengunci tatapannya. Elias dapat merasakan nafasnya tersengal ketika suara gonggongan keras memecah udara. Ia sudah bersiap meraih potongan kayu di sampingnya untuk melawan serangan anjing itu sebelum sebuah lemparan batu seukuran kepalan tangannya mendarat keras tepat di hadapannya. Terlonjak kaget, anjing itu menggonggong keras sebelum berbalik pergi dengan cepat. Sontak Elias memutar tubuhnya untuk melihat dari mana sumber lemparan itu berasal. Seseorang yang berdiri di belakang pagar besi itu menatapnya kosong. Tangannya menggantung di kedua sisi tubuhnya sedang jari-jari kakinya menekuk dengan kaku di atas permukaan tanah.
Rachael berbalik pergi ketika Elias bangkit untuk mengejarnya. Langkah wanita itu tidak berhenti bahkan ketika Elias memanggilnya dengan keras.
"Tunggu, Rachael!"
Rachael berjalan dengan cepat sehingga Elias harus berjuang keras untuk mengimbangi langkahnya. Ia masih penasaran kemana wanita itu hendak pergi, namun Elias terus mengikutinya di belakang sampai ia sadar kalau mereka berjalan menuju tempat tertutup di belakang bangunan yang seharusnya tidak boleh didatangi siapapun kecuali petugas. Ada celah sempit yang mirip terowongan disana dan sebuah bangku panjang yang hampir rusak. Ketika sampai di dekat sana, Rachael menghentikan langkahnya untuk berkata, "kau bodoh sekali. Pikirmu kau dapat melawan anjing liar itu?"
Luka pada kakinya masih terasa berdenyut-denyut, namun Elias berusaha menahan rasa sakitnya sembari meyandarkan tubuh di dekat tembok tua yang ditumbuh oleh sulur-sulur tanaman liar.
"Ya, sebenarnya aku memang terpikir untuk melawannya."
"Dengan tangan kosong?"
"Tidak, dengan kayu."
Untuk kali pertama setelah sekian lama, Elias menangkap seringai lebar mengambang di wajah Rachael. Namun wanita itu tidak tertawa, alih-alih menatapnya seolah menyatakan kalau Elias baru saja mengucapkan kalimat konyol.
"Kau tidak tahu apa yang dapat dilakukan anjing itu?"
Elias bergeming, kemudian sadar kalau Rachael menunggu responsnya. Dengan cepat ia menggeleng. Wanita itu kemudian menjulurkan satu lengan kanannya untuk menunjukkan bekas luka sobekan di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE UNSEEN (COMPLETE)
Mystery / ThrillerRachael Simone, seorang mantan terapis profesional, ditemukan terkurung di gudang setelah peristiwa penembakan yang menewaskan suami dan sahabatnya terjadi. Kebisuan Rachael yang tiba-tiba membuat kepolisian menyakini bahwa wanita itu bukanlah korba...
