68

1.7K 146 22
                                        













HAPPY READING
----------------------------------










"Papa kenapa sih main usir² ella?," tanya Rara yang kesal melihat sikap papanya barusan.

"papa gasuka dia," jawab singkatnya.

"kenapa? papa baru aja liat ella beberapa minggu tapi papa udah gasuka aja sama ella," jawab Rara masih kesal dengan papanya.

"udah sayang jangan pake urat gitu ngomongnya kamu kan baru sembuh," potong mama Rara.

"aku gasuka papa gituin ella ma," jawab Rara ngambek, membuang muka dari hadapan papanya.

"saya gasuka dia karna dia celakain kamu, gara² dia kamu begini," jawab papa Rara kemudian pergi dari ruangan inap Rara.

deg- Papa Rara kaget ketika ia membuka pintu ia mendapatkan Ella yang masih berdiri disana, dengan lantang papa Rara bersuara.

"ngapain kamu masih disini? ga cukup bikin anak saya marah sama saya?," tinggi suara papa Rara membuat Rara dan mamanya melihat hal diluar.

"ella? kamu masih disini?," sorak Rara ketika ia melihat Ella didepan pintu.

"ma-maaf, aku pamit," Ella pun langsung berlari dari sana dengan air mata yang mengalir mengikuti langkah larinya.

Rara pun panik jika Ella seperti itu, ia takut Ella merasa sakit hati mendengar apa yang dibicarakan papanya tadi.

"jangan dipikirin papa kamu emang aneh orangnya, sabar ya," mama Rara berusaha menenangkan Rara yang kelihatan tidak tenang.

"papa aneh banet ma," rengek Rara.

"namanya juga orang tua ra, dia pasti khawatirlah liat kamu begini di rumah sakit karna nolongin orang yang dia belum kenal," jawabnya dengan lembut.

Tak ada jawaban dari Rara, ia hanya terdiam karna tak tahu harus bereaksi bagaimana lagi.

**

Sudah beberapa hari ini Ella tak menjenguk Rara di rumah sakit semenjak kejadian kemarin tersebut. Ia sangat malu dan takut untuk kesana lagi.

"mah kapan rara bisa pulang?," tanya Rara yang sedang makan buburnya di atas kasur.

"sabar yaa besok kayaknya kamu udah boleh pulang, mama siap²in dulu barang² kamu kalo gitu," mamanya pun berdiri mempersiapkan barang² Rara selama di rumah sakit.

"ella kok ga kesini² lagi ma? rara kangen, rara mau nemuin dia," ucap Rara tiba².

"kamu sayang banget ya sama ella? persahabatan kalian emang luar biasa," jawab mama Rara. Rara hanya diam tak menjawab apapun sama sekali, ia tak berani memberi tahu apa² ke mamanya.

"mama juga kangen sama ella, mau coba masakan dia," lanjut mama Rara bicara.

"enak loh mah, walau dia baru² belajar masak," jawab Rara dengan antusias.

"ayoo kapan² mama tidur di apartement kalian ya?," tanya mama Rara berharap bisa tidur di apartement Ella dan Rara.

"emm aku tanya ella dulu ya ma," jawab Rara. Karna ia bingung harus gimana, sebelumnya ia dan Ella juga kena masalah dan tidak baikan.

When I Love HerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang