(1) QUEEN LAUREEN ARMAGHAN

270 7 3
                                        

⚠️SUDAH DI REVISI⚠️

H
A
P
P
Y
R
E
A
D
I
N
G

🌻🌻🌻

"Ekhemm" Laureen berdehem saat melihat Maureen yang ada di halaman belakang dengan buku gambar di pangkuannya, jangan lupakan senyum merekah dibibirnya.

"Lama-lama robek tu bibir senyum mulu dari tadi" Herdik laureen .

Maureen melirik sekilas ke arah Laureen, "Lau, Lau sini deh" Suruhnya dengan bibir yang masih tersenyum.

"Napa?" Tanyanya setelah menundukkan kepalanya dengan mendekatkan telinganya ke bibir Maureen.

"Lo tau gak? " Tanya Maureen masih dengan berbisik, Laureen menggeleng sebagai jawaban.

"Gimana mau tau orang lo belum kasih tau!" Kesal Laureen.

"Gue suka sama cowok" Serunya heboh.

"Anjay beneran?! Siapa anjir?" Tanyanya heboh.

"Menurut lo siapa?"

"Ya mana gue tau"

"Coba tebak" Suruhnya dengan senyumnya tadi.

"Emm" Laureen berfikir sejenak "ohh iyaa sugii, bukan?" Tanyanya.

"Sugii siapa?" Tanya Maureen penasaran.

"Sugiono, hhahaha" Laureen tertawa walaupun itu garing

Maureen mencebikkan bibirnya "bukann, tebak lagii" Suruhnya.

"Kayak gak ada kerjaan lain aja gue nebak yang gituan" Laureen berdiri dan meninggalkan Maureen begitu saja.

***
06.30

"OH IBU DAN AYAH, SELAMADD FAGI" Laureen bernyanyi seraya turun dari anak tangga.

"Bocil prik" Herdik Maureen yang tengah mengolesi roti tawarnya dengan slay.

"Prik, prik gini hanya untuk dirimu" Laureen menyanyikan lirik lain yang sangat prik.

"Emang lagi manja, lagi pengen di manja" Sambung bi siti---ART membawa nampan berisi susu.

"Pengen berduaan dengan dirimu tuhan" Sambung laureen tanpa sadar.

"Mati dong?" Tanya Maureen mencernah nyanyian laureen.

"Ho'oh" Jawab laureen seadanya.

"Sttt, gak baik" Santy menyaut karena sedari tadi dirinya hanya menyimak.

"Good morning," Sapa Devandra ayahnya Laureen dan Maureen.

"Morning, pa" Sapa laureen dan Maureen berbarengan.

"Ma, pa Maureen berangkat dulu, assalamu'alaikum" Maureen beranjak dari duduknya dan menyalami kedua orang tuanya.

"Gak sarapan dulu?" Tanya mamanya care, ygy.

"Nggak jadi, gara-gara dia" Tunjuk Maureen ke Laureen yang tengah meminum susu.

Laureen tersedak uhuk-uhuk "gue gak larang lo makan anjir" Katanya tidak Terima.

"Ya emang enggak, tapi ganggu" Balas Maureen sewot.

"Yaudah, makan sono gak gue ganggu lagi noh" Suruhnya tak kalah sewot.

"Kagak ahh males" Ujar Maureen.

"Awali pagimu dengan sarapan, bukan harapan" Kata laureen sok puitis sembari berjalan ke ambang Pintu.

"Tumben pinterr" Maureen sedikit berteriak karena posisinya dengan laureen berjauhan.

"Emang dari sono nya! Assalamu'alaikum" Balas Laureen tak kalah berteriak.

***
Di SMA cakrawala

"Pagii samsulll" Sapa laureen pada temannya ini yang bernama Salsa.

"Samsul saha? bokap baru lo?" Tanya salsa ngelantur.

"Ho'oh, nyokap gue kawin kemaren" Jawab laureen sudah ikut ngelantur.

"Bapak dua dong" Tambah Salsa ngelantur.

"Kagak sepuluh bapak gue, kece 'kan emak gue" Balas Laureen menyombongkan diri

"Pagii jablayy" Sapa Rayyan teman sehidupnya. 

"Jablay, ndasmu" Balas Laureen sewot.

Rayyan terkekeh "ngapain lo berdua disini?" Tanyanya.

"Jualan seblak" Jawab Laureen sewot.

"Anjirr mana laku jualan seblak disini" Balas Rayyan ngerandom.

Tak!

Satu jitakan berhasil mendarat di kepala Rayyan. "Ya lo mikir anjirr, kita disini ngapain".

"Ya gue males mikir makanya tinggal nanya, 'kan simpel" Jawab Rayyan sewot.

"Anjing, lo" Herdik laureen kesal.

🌻🌻🌻

Pukul 12.30

Kantin

"Nih buat princess" Rayyan meletakkan semangkok bakso di depan laureen.

"Tengkiyuu dikitt"

"Laureen hamil-" Nanyian Rayyan terpotong karena satu garpu mendarat dengan sempurna di kepalanya.

"Gue kagak hamil santoso!" Teriak Laureen tak Terima.

Rayyan menggaruk belakang tengkuknya yang tak gatal, sepertinya dia salah sasaran dan targetnya yang kedua adalah Salsa yang tengah adem ayem memakan baksonya.

"Salsa hamil duluan sudah tujuh bulan" Nyanyinya membuat terget melotot tidak Terima.

"Eh anjirr, ngajak gelud lo yaa?" Salsa terpancing esmosay.

"Kagak gue nanyi aja" Rayyan menunduk kalem. Karena ngeri kalau Salsa sudah emosi bisa saja dirinya pulang sudah terbelah dua.

"Ya nyanyinya kan bukan nama Salsa" Balas Laureen nyaut.

"Kan gue lakik masa gue hamil sih" Balas Rayyan tak mau kalah.

"Ya lagian di lagu juga tiga bulan anjir bukan tujuh" Balas Laureen juga tak mau kalah.

"Ya kan udah lama masa 3 bulan terus, kapan lahirnya coba?" Balas Rayyan.

"Iya juga yak" Laureen sudah terhipnotis Rayyan.

"Darah gue naek lagi" Salsa tak habis pikir dengan dua makhluk didepannya ini.

"Turunin" Balas Laureen seenak jidat.

"Gak semudah itu samsul"

"Heh! Samsul bapak gue" Sanggah laureen mengingat percakapan mereka tadi pagi.

Salsa mengangkat kedua tangannya menandakan dirinya menyerah "gue nyerah yaallah!" Teriaknya histeris membuat seisi kantin menoleh ke arahnya.

***

Segini dulu yaa prendd

T
O
B
E
C
O
N
T
I
N
U
E
D

🌻🌻🌻

PERGI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang