Haiiiii
Lagiii apa nih??
Kalian baca jam berapa??
-HAPPY READING-
Haiiiii-haiiiii
Balikk lagiii di cerita inii
Wee udah lama gak update disini, karena fokus di yang sebelah, hehe😢
***
Wanita paruh baya dengan dress berwarna merah dan berbagai hiasan rambut berwarna merah dengan make up yang tebal keluar.
"Eh, Laureen ya?" Tanyanya membuat Laureen yang tadi menutup mata reflek membuka.
"Oh tante kirain..." Laureen menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Wanita paruh baya itu menggaruk pipinya, malu "Eh make up tante ketebelan ya?" Tanyanya.
"Eh nggak tante" Ujar Laureen tak enak.
Wanita itu tersenyum lebar, "Gapapa, yaudah sana masuk udah di tungguin tuh" Ujarnya.
Laureen tersenyum kikuk seraya mengangguk pelan, "eh iya tante, Laureen masuk dulu ya" Pamitnya.
Laureen berjalan masuk walaupun tidak tau seluk beluk rumah itu, ia berjalan terus menyelusuri karpet berwarna merah itu.
"Eh itu punya abang"
"Nggak! Abang udah gede halusnya ngalah ama adek!"
"Lo bukan adek gue!"
Samar-samar Laureen mendengar teriakan melengking anak kecil, ia berjalan sampai akhirnya bertemu dengan siapa yang ia cari.
"Woii ren, lama benerr" Heboh Salsa.
"Mbak angan teliak-liak, bisik!" Ujar satu balita perempuan.
"Bacot lo cil"
Mata Laureen tertuju pada satu balita yang kini tengah anteng memakan wafer cokelat, "Rayaa" Sapa Laureen melentangkan tangannya.
Raya sontak mendongak dengan mata melotot kaget, "Kakak cantik!" Pekiknya kemudian memeluk Laureen.
"Cantik palalu!" Ujar Rayyan tak terima.
"Eh Raya apa kabar?" Tanya Laureen setelah pelukannya terlepas.
"Baik! Kakak cantik gimana kabarnya?" Tanyanya balik.
"Baik dong" Bangga Laureen.
"Gak galau lagi, ren?" Tanya Gilang menyaut.
"Heh! Gak ada sejarahnya seorang Laureen galau-galau" Ujarnya dengan senyum bangga.
"Cih!" Decih Gilang.
"Lau, lo gak mau meluk adek gue?" Tanya Salsa menatap Laureen dengan wajah di tekuk.
Laureen mengerutkan dahi bingung, "Lo punya adek?" Tanyanya setaunya Salsa adalah anak tunggal dari seorang duda.
"Adek sepupu" Balas Salsa.
Laureen berjongkok di hadapan gadis kecil nan gemoy itu, "Hey, namanya siapa?" Tanyanya.
"Capa" Jawabnya.
Laureen menatap Salsa minta di translate kan, Salsa yang mengerti pun menjawab, "Safa goblok" Makinnya.
"Yakan gue gak ngerti bahasa mereka" Balas Laureen sewot.
"Kalo kakak capa?" Tanya Safa balik.
"Oh nama kakak bukan cap--" Kata-kata Laureen terpotong kalah Salsa menyerobot.
"Dia nanya nama lo siapa, bukan lo nya safa!" Dersis Salsa.
Laureen menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Ngomong sama anak kecil bahasa nya melebihi bahasa Jerman" Ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Lo aja yang goblok!" Maki Gilang.
Laureen memilih duduk di karpet sebelah Salsa dan Rayyan alias di tengah-tengah mereka.
Keheningan terjadi karena mereka fokus dengan bukunya masing-masing, "satu tambah satu berapa, Ray?" Tanya Laureen memecah keheningan.
"Lo pikir gue goblok?!" Tanya Rayyan nyolot.
"Ya kan fakta" Sahut Salsa.
"Tinggal jawab apa susahnya" Ujar Laureen jengah.
"Dua" Jawab Rayyan ogah-ogahan.
"Salah!"
"Terusssss?" Rayyan memasang wajah yang memelas.
"Jendela!" Seru Laureen.
"Jendela?" Beo Rayyan.
Laureen meraih buku tulisnya dan pulpen nya kemudian membuat sesuatu, "satu, tambah, satu, sama dengan jendela!" Pekiknya kemudian menampilkan gambar jendela yang ia gambar.
Rayyan menutup telinganya dengan kedua tangan seraya menunduk, "YAALLAH APA SALAH HAMBA AMPE DAPET NIH TEMEN TOLOL PLUS LAKNAT!!" Pekiknya prustasi.
"Woii adek gue bangun nanti" Tegur Gilang.
Tak! Tok! Tak! Tok!
Langkah kaki keras terdengar membuat mereka berenam beserta 2 bocil terdiam, dan celangak-celengok menatap siapa itu?
Suara semakin mendekat membuat Raya langsung memeluk Laureen, begitu pun dengan Safa yang sudah memeluk erat Salsa.
Sementara Rayyan dan Gilang menatap mereka berempat aneh, dan prik.
"KOKO, JAGAIN ADEKNYA YAA!!" Ujar wanita paruh baya yang tadi mempersilahkan Laureen masuk.
"Eh iya, Mi" Balas Gilang dengan wajah cengo.
"MAMI MAU ARISAN, ITU SEBENTAR LAGI GINA NYA BANGUN" Ujar wanita itu dengan suara yang melengking di ruangan.
"ANAK-ANAK ITU BISKUIT NYA DI MAKAN, HABISIN, JANGAN SUNGKAN ANGGEP AJA RUMAH SENDIRI" Ujar wanita itu heboh.
"E-eh iya, tan" Ujar Salsa.
"YAUDAH TANTE PERMISI DULU," Ujar nya pamit dan langsung keluar rumah.
"Tuh nyokap lo kek malaikat pencabut nyawa anjirr" Celetuk Rayyan.
"Sama anjir, gue denger langkah kakinya aja merinding" Balas Laureen.
"Gue kira genderuwo" Sahut Salsa.
"Gile, lo semua!" Maki Gilang.
"Cieeee, koko nih" Goda Rayyan.
"Keturunan china rupanya" Celetuk Laureen.
"Yoi, China-china" Goda Salsa.
-SEE YOU NEXT PART-
KAMU SEDANG MEMBACA
PERGI
Losowe⚠️PROSES PERBAIKAN⚠️ kisah sepasang gadis kembar yang banyak perbedaan. Dari perbedaan itulah membuat mereka membenci satu sama lain. Dan semesta menakdirkannya menyukai satu laki-laki yang sama. Akankah mereka mau mengalah? Dua gadis yang dekat ta...
