⚠️SUDAH DI REVISI⚠️
H
A
P
P
Y
R
E
A
D
I
N
G
🌻🌻🌻
Hari ini hari dimana semua kaum rebahan akan melaksanakannya, yaa hari ini hari minggu, hari yang paling di tunggu-tunggu oleh para kaum rebahan.
Jam menunjukan pukul 9.50 kini seorang remaja masih stay di alam mimpi, jelas saja gadis ini sengaja bergadang tadi malam menghabiskan waktunya untuk menonton drakor. Hingga tidur pukul 3.02 dini hari.
Disaat nyenyak-nyenyak tidurnya seorang gadis masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu terlihat sangat bahagia. Dia Maureen.
"Lauuu.." Panggilannya sambil menggoyang-goyangkan tubuh kembarnya ini.
"Hm" Balasannya masih dengan mata tertutup.
"Harii ini kita bakalan ngadain family time!" Serunya dengan Sumringah.
"Kemana?" Tanya laureen.
"Piknik"
"Oh"
"Siap-siap dongg lauu" Suruh Maureen pada Laureen yang kini masih melanjutkan tidurnya.
"Berangkat sekarang?" Tanyanya.
"Hmm" Maureen berpikir sejenak "yaa enggak sih, tapi mama sama papa udah di jalan kok"
"Kayaknya terpaksa banget" Gerutunya.
"Gak baik lau, harusnya kita hargain lah apa yang mereka mau selagi itu baik ya gapapakan, lagian lo gak kasian mama sama papa Rela-relain kesini demi kita, tinggalin perkerjaannya, gak kasian?"
Laureen tersenyum hambar "nggak, ya kalo jenguk anak sendiri itu kewajiban, ninggalin pekerjaan gimana orang hari ini hari minggu" Ujar Laureen sembari memasuki kamar mandi.
"Yaudah gue tungguin di bawah ya Lau" Ujar Maureen sembari berjalan ke arah pintu.
Laureen hanya membalas dengan anggukan kecil walaupun tidak dilihat oleh kembarnya.
Setelah selesai mandi laureen berganti baju dengan baju kaos putih, celana pendek, dengan kemeja kotak-kotak yang tidak terkancing. Ia memakai sedikit bedak baby dengan goresan liptint berwarna pink, sangat perfect.
Ia menuruni ribuan anak tangga dengan kebiasaannya yaitu bernyanyi, lagu apa saja yang akan di nyanyikan nya, asalkan dia senang saja.
Maureen yang tengah duduk di sofa dengan memakai switer pinknya dengan rok putih plisket yang jauh di bawah lutut, itu sederhana tapi terlihat mewah.
"Udah nyampe?" Tanya Laureen setelah berhasil menuruni ribuan anak tangga.
"Masiih di jalan" Jawabnya.
Bi siti menghampiri Laureen "non.." Panggilnya membuat Laureen melontar terkejut. "Eh iya bi, kenapa?" Laureen masih tetap sopan terhadap bi siti karena bi siti sudah di anggap seperti ibunya sendiri. Dari kecil dirinya selalu ditinggal sementara Maureen di perbolehkan untuk ikut, jadi laureen sering di titipkan ke bi Siti.
Bi siti terkekeh kecil "gak sarapan dulu non?" Tanyanya.
"Kayaknya nggak deh bi, soalnya Lau kan mau family time!" Serunya.
Bi siti tersenyum ramah "ya udah kalo gitu non, bibi mau ke dapur dulu" Pamitnya.
"Okee, biii"
Laureen mendaratkan bokongnya di sofa samping Maureen yang tengah bermain handphone nya. Laureen membuka tas putihnya seraya mengambil benda pipih kesayangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERGI
De Todo⚠️PROSES PERBAIKAN⚠️ kisah sepasang gadis kembar yang banyak perbedaan. Dari perbedaan itulah membuat mereka membenci satu sama lain. Dan semesta menakdirkannya menyukai satu laki-laki yang sama. Akankah mereka mau mengalah? Dua gadis yang dekat ta...
