Heiii heiii
Tayoo
-HAPPY READING-
Rayyan tersenyum lembut menatap Laureen yang kini tengah berbaring di brankar rumah sakit.
Kini Laureen sudah di pindahkan ke ruang rawat dan tidak di bolehkan untuk pulang.
"Dari mana?" Tanya Laureen pelan.
"Dari kantin" Alibi Rayyan.
"Ngapain ke kantin?"
"Belanja dong sayang"
"Kamu tau dari mana aku disini?" Tanya Laureen pasalnya tadi pas ia di pindahkan ke ruang rawat Rayyan tidak ada.
"Tadi nanya sama ibuk-ibuk"
"Emang ibu-ibunya kenal ya sama aku?" Tanya Laureen heran.
"Nggak sih, tapi pas gue sebutin ciri-ciri lo dianya langsung tau"
"Emang ciri-cirinya apa?"
"Cantik"
"Ih, gombal!" Laureen menampar pelan lengan kekar Rayyan.
"Nggak gombal sayang, beneran cantik kok"
Rayyan duduk di kursi yang terletak di samping brankar dengan tangan yang sibuk mengupas apel.
Laureen menatap langit jingga dari dinding kamar rawatnya yang memang kaca.
"Keluar yuk" Ajaknya.
"Jangan dulu,"
"Sebentar, enak tau nikmati sore ini"
"Lo sakit, Ren"
"Nggak sakit, cuma demam" Koreksi Laureen.
Rayyan terdiam sejenak dengan pikiran yang bercabang kemana-mana, kemudian ia kembali melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda.
"Iya, demam." Ucapnya.
Rayyan menyondorkan sepotong apel ke arah Laureen, dengan cepat Laureen menggeleng.
"Kenapa enggak?" Tanya Rayyan.
"Makan" Titah Rayyan karena tak dapat jawaban apa-apa dari Laureen.
Rayyan menghembuskan nafas pelan bisa-bisanya ia tadi setengah membentak Laureen.
"Lo belum makan apa-apa dari pagi" Ucapnya lembut.
"Nanti kita ke taman" Usul Rayyan langsung membuat Laureen mengangguk.
Dengan cepat Laureen memakan apel yang di sondorkan Rayyan.
"Pake kursi roda?" Tanya Laureen heran.
"Iya, lo belum kuat kalo mau berdiri"
"Aku gapapa, jalan aja" Tolak Laureen.
"Pake, Ren"
KAMU SEDANG MEMBACA
PERGI
Random⚠️PROSES PERBAIKAN⚠️ kisah sepasang gadis kembar yang banyak perbedaan. Dari perbedaan itulah membuat mereka membenci satu sama lain. Dan semesta menakdirkannya menyukai satu laki-laki yang sama. Akankah mereka mau mengalah? Dua gadis yang dekat ta...
