"Apakah kebahagiaan itu abadi? Tidak"
•
•
Adinda memberikan Corn dog mozzarella kesukaan Darren yang ia beli sebelum Darren tampil. "Nih, kakak traktir karena penampilan kamu tadi yang bagus banget. Bahkan, Ayah saja full senyum lihatnya."
"Bener?" Adinda mengangguk.
Darren mengambil Corn dog tersebut dan langsung melahapnya. Ia memberikan jempolnya tanda suka. Adinda hanya tersenyum mendapatkan reaksi adiknya. "Tumben, kakak jarang dapat panggilan dari sekolah, udah tobat?"
"Masuk BK salah, nggak masuk BK salah. Dapat panggilan sekolah salah, nggak dapat nanyain."
"Ya... nggak gitu, cuman ada yang aneh aja kalau adik kesayangan kakak tiba-tiba berubah. Tapi kalau berubahnya hal positif ya kakak dukung," balas Adinda.
"Hhm.."
"Kamu lagi suka cewek yah?"
Uhuk...uhuk...uhuk
Darren tersedak makanannya. Adinda yang panik langsung memberikan air mineral dari tasnya dan membukakannya untuk Darren. Ia menepuk-nepuk punggung Darren dengan pelan. "Maaf."
Darren menggeleng. Ia meminum air mineral tersebut hingga setengah, lalu melirik Adinda sesaat dan melanjutkan makannya.
Adinda yang belum mendapatkan jawaban pun menanyakan hal tadi lagi pada Darren. "Jadi?"
"Apa?"
"Kamu lagi suka sama cewek?"
Darren mengangguk. Berbeda dengan Adinda yang memikirkan hal yang selalu tidak ia sukai. Apalagi kalau bukan sifat Darren yang mendapatkan gelar playboy di sekolah.
"Kamu jangan permainkan hati cewek, Ren. Nggak baik," pinta Adinda.
Darren menggeleng. "Aku serius"
Adinda membulat matanya tidak percaya. "Beneran? Kakak nggak suka dibohongi, lho. Awas aja kalau kamu suka permainkan hati cewek lagi..." Adinda mencekik lehernya sendiri dengan mata melotot sebagai ancaman untuk Darren.
"Iya."
"Emang udah jadian?"
"Belum."
"Lah?"
"Sebenarnya ini cuman taruhan temen aku, tapi malah kebawa perasaan beneran," jujur Darren membuat kakaknya membulatkan matanya.
"Tuh, kan, kamu mau permainan hati cewek."
"Tapi sekarang aku serius, Kak!"
"Jadi, gimana?"
"Nggak tau, antara mau berhenti dapat hukuman harus traktir seminggu temen atau tetap berusaha ambil hati dia."
"Kamu pilih mana?"
"Berhenti."
"Kenapa?"
"Aku udah angkat tangan, dia itu cewek keras, punya tekad dan pendirian yang kuat."
Adinda meletakkan tangannya di dagunya dan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Kalau kamu terusin, harus terus berusaha dan berjuang. Hati cewek yang susah diambil itu, jika suka dengan seseorang pasti tulus banget."
"Tapi Kak... aku udah menyerah."
"Kalau kamu beneran suka sama dia, kamu harus perjuangkan. Bilang ke teman kamu, kalau kamu beneran suka sama dia dan nggak mau jadiin dia sebagai bahan taruhan," jelas Adinda.
Darren menimbang-nimbang ucapan Adinda. Ada benarnya, tapi..., "Tapi aku harus gimana lagi? Bahkan aku sesak waktu dia bicara hal buruk dan ngungkapin kejujurannya secara terang-terangan. Walaupun aku suka kejujuran, tapi kejujuran dia menyakitkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
KALANDRA with ES [END]
Novela Juvenil"𝐋𝐮𝐜𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠, 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧. 𝐒𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐥𝐚𝐡-𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐞𝐥𝐚𝐧" ••••••• Sejak kecil ditinggal oleh sang mama...
![KALANDRA with ES [END]](https://img.wattpad.com/cover/328508030-64-k170983.jpg)