"Kenangan kita di sini sudah selesai, akankah kita akan membuatnya lagi di sini? Dengan orang-orang yang sama, dan kebahagiaan yang kita rasakan sebelumnya"
•
•
Hari mulai siang, tapi itu tidak terlalu panas di sini. Teman-temannya Ezra duduk di bangku setelah memetik dan meminum minuman yang tersedia di mini cafe di depan kebun strawberry ini. Dekorasi yang sederhana, tapi sangat terkesan dengan kekreatifannya.
"ABANGG!!! KENAPA KEMARIN NGGAK KABARIN ARSA?" Sean menjauhkan ponselnya.
"Maaf. Hp Abang semalam mati dan nggak dicas."
"Alasan! Padahal bisa dicas sambil kabarin Arsa," ujar Arsa.
Sean memanggil Garrel dengan tangannya. Garrel menghampirinya dan mengangkat sebelah alisnya. "Apa?"
"Bilang sama Arsa, kalau semalam gua nggak bisa hubungi dia dan HP gua mati. Soalnya gua semalam juga lupa nggak ngecas HP," pinta Sean.
Sebuah ide terlintas di kepala Garrel. "Berani berapa lo?"
"Lo boleh minta strawberry gua, tapi jangan banyak-banyak, dan gua traktir ke kantin seminggu," jawab Sean.
Garrel tersenyum senang dan menyahut ponsel Sean.
"Arsa! Bang Anka semalam keluar dan HP-nya ketinggalan, dan juga lupa nggak dicas. Sekarang ini baru terisi," kata Garrel.
"Keluar? Emang keluar ke mana? Sampai lupain Arsa," balas Arsa.
Tara dan Gilang terkekeh mendengarkan Arsa yang berdiri di sofa. Arsa ngotot dan sangat kesal wajahnya, sudah terlihat jelas kalau bocah itu marah dengan abangnya.
"Abang Anka mau cuekin Arsa lagi?"
Sean membulatkan matanya dan langsung menyahut ponselnya. "Enggak! Siapa yang mau cuekin Arsa? Abang semalam itu beneran nggak bisa hubungin, jadi Abang minta maaf."
"Bener?"
"Iya, mau bicara sama kak Lia nggak? Kak Lia ada di samping Abang lho."
"MAUU!! Tapi ganti video call."
Sean tersenyum kecut dan mengganti panggilan Vidio call. Ia memberikan ke Sheila. Sheila sempat bingung, tapi saat melihat wajah Arsa di sana, ia mengembangkan senyumannya.
"Kangen ya...?"
Arsa mengangguk. "Banget, padahal kita biasanya juga nggak serumah, tapi kangen juga kalau jauh-jauhan."
Sheila melirik Sean. "Terus gimana? Kak Lia menginap di rumah kamu?"
Sean hampir tersedak hingga memuntahkan minuman yang barusan ia minum. Ia mengelap bibirnya dan melirik Sheila.
"Boleh, tapi tidur di mana? Kalau tidur sama Arsa kasurnya kecil. Nanti kak Lia nggak bisa bebas tidur, soalnya kasur anak-anak," kata Arsa.
"Kak Lia tidur sama Abang." Teman-teman Sean menatapnya dengan tatapan aneh, "kalau udah halal," lanjutnya.
"Emang kalau halal itu kayak gimana?" tanya Arsa polos.
"Ya, Abang nikahin lah, kamu mau sering-sering lihat kak Lia kan? Solusinya jadi teman hidup Abang," jawab Sean, melirik Sheila.
KAMU SEDANG MEMBACA
KALANDRA with ES [END]
Novela Juvenil"𝐋𝐮𝐜𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠, 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧. 𝐒𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐥𝐚𝐡-𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐞𝐥𝐚𝐧" ••••••• Sejak kecil ditinggal oleh sang mama...
![KALANDRA with ES [END]](https://img.wattpad.com/cover/328508030-64-k170983.jpg)