"Memangnya kenapa kalau aku bodoh?
Tapi aku suka bermimpi"
•
•
Perlombaan sudah berlangsung lama, dan sekarang masih ada perlombaan Estafet tepung. Sava menjadi salah satu perwakilan kelasnya, 11 IPA 2. Ini yang Garrel nanti-nanti, menanti melihat Sava terkena tepung.
"PERWAKILAN KELAS 11 IPA 2 SILAHKAN MEMASUKI LAPANGAN,"
Para siswa-siswi penghuni 11 IPA 2 berteriak keras untuk mendukung teman-temannya, Garrel pun begitu. Sampai-sampai Ezra, Arzan, dan Naufal kaget pada saat Garrel tiba-tiba berteriak di sampingnya.
"AYO, VA!" Teriak Garrel.
"LASPADU! LASPADU! LASPADU! LASPADU!" Kekompakan suara siswa-siswi 11 IPA 2 membuat siswa-siswi SMA Sayap Garuda terheran-heran. Sebenarnya, LASPADU itu apa?
"WAH! SEPERTI ADA NAMA BARU UNTUK TIM NYA INI, KALAU BOLEH TAU SINGKATAN DARI LASPADU ITU APA?" Tanya MC.
Tim LASPADU, termasuk Sava, menoleh dan menggenggam tangannya, lalu mengangkat tangannya. "KAMI LASPADU! SEBELAS IPA DUA"
Suara sorakan keras dari seluruh penjuru lapangan memenuhi sekolah. Mereka semua bertepuk tangan, tidak terkecuali para guru-guru yang sedang melihat juga.
"WAU, SAMPAI NGGAK TERPIKIRKAN. BAIK, MARI KITA MULAI UNTUK PERLOMBAAN ESTAFET TEPUNG INI DENGAN 11 IPA 2, MELAWAN 11 IPS 3!! SILAHKAN BERSIAP."
Semua bersorak heboh saat perlombaan dimulai. Beberapa dari perwakilan kelas 11 IPS 3 sudah banyak menumpahkan tepung, bahkan sampai terkena wajah-wajahnya juga.
Garrel tidak kalah keras dengan teriakannya, ia juga tidak memikirkan tenggorokannya nanti jika sakit. Ezra, Naufal, dan Arzan tersenyum dan tertawa karena wajah-wajah adik kelasnya yang lucu saat terkena tepung.
Tidak jauh dari lapangan, Sean meremas ponselnya karena menahan sesuatu dari dirinya. Ia melihat Ansel mengelus-elus rambut Sheila dengan tersenyum. Bahkan Sean mendengar ucapan semangat dari Ansel untuk Sheila, "Semangat! Kalau capek istirahat dulu, jangan bikin orang khawatir, kalau perut lo sakit lagi hubungi gua"
"Siap! Sekarang lo balik ke kelas deh, jangan khawatirin gua, gua bisa jaga diri sendiri kok," balas Sheila.
"Bener?" Sheila mengangguk.
Ansel tersenyum sekilas sebelum meninggalkan Sheila. Sebelum Sheila berbalik, Sean terlebih dahulu meninggalkan tempatnya agar Sheila tidak mengetahuinya.
••••
Brian memberikan sesuatu pada Adara dengan senyuman palsunya. "Ini buat kamu, om beliin."
Adara membukanya dan tersenyum senang saat melihat benda tersebut. "Gelang ini buat aku?"
Brian mengangguk. "Iya, suka nggak?"
"Banget, makasih, Om."
"Tapi ada syaratnya," sahut Brian.
"Apa?"
"Jauhi Leon," pinta Brian.
Adara mengerutkan keningnya. "Kenapa? Dia kan orangnya baik"
"Tapi sebenarnya dia itu deketin kamu karena uang," Brian mendekati Adara. "Kamu jangan sampai deket-deket sama dia, apalagi suka."
Adara terdiam, apakah salah jika ia mulai membuka hatinya untuk seseorang?
Adara menundukkan kepalanya untuk berpikir. Memangnya salah Leon di mana?
Ia tidak pernah merasa aneh dengan Leon, justru Leon lah yang membuatnya selalu senang karena mood-nya yang selalu berantakan. Leon selalu bersikap baik padanya, dan di mana letak kesalahannya?
Leon juga tidak pernah meminta, ataupun memaksa Adara untuk bercerita, justru dia yang selalu mendengarkan cerita Adara, tanpa Adara yang meminta untuk didengarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
KALANDRA with ES [END]
Teen Fiction"𝐋𝐮𝐜𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠, 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧. 𝐒𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐥𝐚𝐡-𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐞𝐥𝐚𝐧" ••••••• Sejak kecil ditinggal oleh sang mama...
![KALANDRA with ES [END]](https://img.wattpad.com/cover/328508030-64-k170983.jpg)