Chapter 24

145 8 0
                                        

"Menjauhlah dari hal-hal yang membuatmu terluka"

Kezia duduk di koridor dengan memainkan ponselnya. Ia bosan, sementara Novelia mengikuti perlombaan di luar sekolah. Tidak ada temannya dan sendirian. Kezia melirik sekitarnya, melihat murid-murid berlalu-lalang.

Benar-benar bosan. Kezia berjalan ke ruang musik yang sepi. Ia mengambil gitar yang Darren gunakan waktu itu, lalu mulai memetik asal yang menimbulkan nada yang tidak beraturan.

"Ngapain lo di sini?" Garrel memasuki ruang musik.

"Bosen"

"Mau gua ajarin?"

Kezia meletakkan gitarnya. "Nggak deh, males"

"Terus lo kesini ngapain?"

"Nggak ngapa-ngapain."

Kezia memerhatikan Darren yang mulai memetik gitarnya. Suaranya membuat Kezia tenang. Ia mengingat-ingat kata Darren waktu itu, yang katanya harus menyiapkan jantung untuk sesuatu, tapi apa?

Darren tersenyum. "Besok jangan lupa siapin jantung lo"

"Kenapa?"

"Gua ada kejutan buat lo"

"Kejutan apa?"

"Bukan kejutan lagi kalau gua kasih tau"

"Ohh"

Kezia masih ingat. Ia ingin menanyakannya karena sudah mulai ingin tau hal itu.

"Waktu itu lo bilang ke gua mau kasih kejutan, mana?" Tanya Kezia.

"Kapan?"

"Waktu pembelajaran bahasa Inggris"

"Ohh, nggak jadi"

"Kenapa?" Darren menatap Kezia tersenyum.

"Udah mulai kepo?"

Kezia mengalihkan pandangannya tidak ingin menatap Darren. "Hem.."

Darren memetik gitarnya dan menghasilkan nada yang seperti Kezia ketahui. Suara Darren membuat Kezia menatapnya. Suaranya lembut sehingga membuat Kezia menahan senyumnya.

Ku tuliskan kenangan tentang

Caraku menemukan dirimu

Tentang apa yang membuatku mudah

Berikan hatiku padamu

Takkan habis sejuta lagu

Untuk menceritakan cantik mu

'Kan teramat panjang puisi

'Tuk menyuratkan cinta ini

Telah habis sudah cinta ini

Tak lagi tersisa untuk dunia

Karena telah ku habiskan

Sisa cintaku hanya
Darren menatap Kezia dengan tersenyum.
untuk mu

"Lagu tadi judulnya surat cinta untuk Starla, tapi kalau gua.... pengakuan cinta untuk Kezia," goda Darren.

Kezia menatap Darren dengan menahan senyumannya. "Dasar buaya"

"Biarin. Yang penting ke lo, bukan cewek lain." Darren menatap Kezia dengan senyumnya yang membuat Kezia salah tingkah, hingga pipinya merah seperti kepiting rebus.

"Lo nyatain perasaan lo?" Tanya Kezia.

"Nggak tau, kalau lo mau, ya, udah"

"Ya, udah, apa?"

KALANDRA with ES [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang