Seorang gadis cantik penuh ceria memiliki nasib yang malang setelah ibunya meninggal. Dirinya selalu mendapat kekerasan dan berakhir meregang nyawa akibat perbuatan ayahnya sendiri.
Di saat-saat terakhirnya dia berharap diberikan sebuah kesempatan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hujan mengguyur kota begitu derasnya. Dingin malam tak membuat seseorang berhenti untuk sekedar meneduh. Terus berjalan tak tentu arah dengan tubuh yang bergetar hebat menahan isak tangis.
Di sepanjang jalan, banyak orang-orang yang melihatnya aneh. Seorang gadis cantik berambut pendek sebahu dengan menggunakan piyama kartun mengusap air mata yang akan turun. Ia menghela napas pelan, saat dirasa kaki nya mulai pegal.
"Kapan ya aku hidup bahagia?" lirihnya.
"Andai saja aku bisa genggam tanganmu-Ish malah nyanyi," kekehnya pada diri sendiri berniat menghibur.
Ia duduk di bangku taman yang kosong sembari melempar batu kerikil hingga tak sengaja mengenai pedagang nasi goreng yang tengah mendorong roda.
Pedagang tersebut mengaduh mengusap kepalanya sembari melotot. "Sialan, siapa yang lempar batu?!"
Gadis itu buru-buru berdiri hendak kabur, namun sudah ketahuan oleh bapak-bapak berkumis yang tak lain adalah pedagang nasi goreng. Sebelum terkena marah, ia berlari sekencang-kencangnya tanpa peduli sendal pink kesayangannya yang sudah terlepas tak tahu kemana.
"MAAF PAK, JANGAN MARAH-MARAH NANTI KUMISNYA COPOT!" teriak gadis itu sembari melambaikan tangan.
Pedagang itu seketika meraba kumisnya takut hilang kemudian menggeram marah. "Dasar anak muda tidak sopan!"
Dirasa sudah cukup jauh, gadis itu berhenti sembari mengatur napas. Ia meringis ketika melihat kakinya berdarah cukup banyak akibat tidak memakai alas kaki. Ketika akan beristirahat sejenak, ia melihat segerombolan orang berpakaian hitam sedang berpencar seperti mencari sesuatu.
"Ya ampun!" Gadis itu membekap mulutnya berjalan mundur dengan pelan agar tak ketahuan. Dengan tak sengaja ia menginjak ekor kucing membuat kucing itu mengamuk bersuara hingga berhasil mencakar kaki mulus gadis itu.