BOYSLOVE
DRARRY FANFIC
"BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2)
Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
Harry berjalan naik, meninggalkan Draco. Pipinya memerah hebat, dia lebih pilih berbalik dan berlagak marah daripada Draco tau bahwa dia sedang memerah.
Harry berbelok kanan, dia berhenti dan melihat kebelakang, sebelah kiri adalah asrama Draco tetapi dia hanya melihat dinding bebatuan keras dan kosong, dia berjalan berbalik ke daerah asrama Draco. Harry bingung, kenapa tidak ada? Katanya asrama Harry dan Draco ini 1 menara, 1 kastil, dan satu lantai tetapi Harry hanya melihat lorong kosong dan dinding bebatuan serta cahaya cahaya lilin dan lukisan saja.
Harry bertanya pada 1 lukisan, "Dimana asrama Draco?"
Lukisan berisiak lelaki sedang melukis wanita telanjang itu menjawab "Bukan urusanmu" katanya ketus. Harry hanya memandang marah pada lukisan itu. Harry juga melihat wanita telanjang itu yang sedang malu dihadapan Harry. Harry hanya bingung dan sama sekali tidak tertarik oleh wanita telanjang bulat itu.
Harry menyusuri lorong itu kembali, dan tidak menemukan apapun. Dia akhirnya menyerah sebelum Draco memasuki lantai ini, dia kembali ke sisi asramanya, dilihatnya ada pintu besar bulat serta ular yang melingkarinya. Dia mengingat The Chamber of Secret, dimana Harry berusaha menyelamatkan Ginny mati matian, Harry menghembuskan nafas berat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Harry ingin membuka pintu asramanya, tetapi dia hanya berdiri didepan dan bingung. "Apa yang harus ku katakan" gumamnya.
Ular itu mulai menggerakan kepalanya, lidahnya membelit keluar. Dia mengatakan sesuatu, Harry mulai mengamatinya dengan jeli, dan memajukan kepalanya lebih dekat.
Ular itu mulai mengatakan sesuatu secara panjang yang artinya "Julukanmu"
"Julukanku?..." Harry bingung mengingatnya, "The Boy Who Lived?" kata Harry...
Harry yakin, Harry mulai menggunakan Parseltongue nya "Ssseyeaa seethaaa sss ethaa ayaeeh haaaah hatheeey seethaaa ayaeeh hathehh aayaa saahthay ssss sshaah"
Ular besar itu mulai bergerak menggeliat mengitari pintu secara keras, pintu itu terbuka.
Harry memasuki lorong yang panjang dan akhirnya mencapai ujung lorong asramanya untuk pertama kalinya, cukup besar. Ada ruang rekreasi yang terdapat perapian dan sofa serta meja, kamar mandi besar pribadi, kamar diatas dan banyak lainnya dan masih bernuansa Gryffindor.
"Keren" kata Harry tersenyum menatap ruangannya, kopernya sudah sampai di asramanya. Harry mengayunkan tongkat "Wingardium Leviosa" Dia mengambilnya dan meletakan dekat perapian, Harry mengayunkan tongkat ke perapian lagi "Incendio" api tersebut menyambar dan menyala.
Sunyi, hanya berisikan suara percikan api. Tidak ada Hedwig, tidak ada Ron dan Hermione tetapi Harry senang tidak ada Ginny. Harry melamun, dengan koper terbuka dan barang masih berserakan dimana mana. Harry menatap perapian memikirkan hal hal terakhir yang terjadi. Kematian Sirius, Severus yang ternyata selama ini melindunginya dan mencintai ibunya, kematian Fred yang menyayat hatinya, dan kematian lain yang disebabkan pertempuran itu serta pertengkaran hebatnya dengan Ginny.