Hawa dingin serta hujan didatangkan dari semesta, Draco berada di perkarangan Muggle dengan wajah tegas dan tertutupnya. Tak lupa membawa bukunya, dia menghangatkan diri dengan coklat panas didepannya.
![]()

Tahun demi tahun berlangsung, ditinggalkan anaknya yang kini menginjak tahun ke 4. Badan Draco semakin membesar dan dewasa. Dia mengambil pena nya dan menulis dengan fokus.
Bunyi tring terdengar dan Draco mengacuhkannya, beberapa orang datang memasuki Coffe Shop.
Dua orang pemuda bertabrakan di penghujung pintu "Maafkan aku", kertas dan map bersebaran dimana mana. Kaca mata bulat itu pecah, "Maafkan aku" orang itu terus meminta maaf.
Harry berjongkok mengambil kertas kertas yang berjatuhan itu. Matanya tak dapat melihat dengan jelas, dia akhirnya berdiri dengan sempoyongan dan mengantri.
Harry mengantri 2 orang, dia akan memesan kopi panas dan melanjutkan pekerjaannya disini.
Harry melihat sekeliling untuk mencari tempat, diluar hujan dan gelap jadi didalam cukup ramai. Mata Harry terhenti pada pemuda pirang platina yang kini menatapnya. Harry tak yakin, siapa yang dilihat pemuda itu. Hatinya sunguh tak siap. Pemuda yang selama ini berada di mimpinya, "Drayyy" desis Harry.
Draco melihat Harry dari tadi semenjak kedatangannya, dia kaku dan tersenyum dengan genangan air mata.
Harry menelan ludah kasar dan dia berlari keluar dari tempat itu, Draco berdiri dan memasukan buku kedalam bajunya serta berlari mengejar Harry. Hujan, badan mereka basah dan dingin.
"HAARRRYY" Draco berteriak, Harry mendengar tetapi mengacuhkan dan menangis. Dia berlari dan matanya tidak pandai melihat dengan kacamata pecah dan embun.
Draco berlari lebih cepat, dia menggapai pundak Harry. Harry tersontak kaget dan mendongak "Maaf aku tak mengenalmu" katanya cepat Harry pergi berlari menyeberang.
"Kau tidak mengenang kita?" teriak Draco dengan mata berair.
Harry melangkahkan kaki tegapnya menuju jalanan tanpa sadar bahwa bus melaju kencang. Tubuh Harry tersontak jatuh dan kepala serta punggungnya berdarah hebat.
"HAARRYYYYY!" Draco melompat berlari mengambil tubuh Harry dan berapparate ke Mafloy Manor.
Digeletakkannya tubuh Harry yang tak berdaya, darahnya mengecer keluar. Draco menangis dan menjerit sejadi jadinya. Draco bersimpu pada tubuh Harry yang tak bernyawa.
"Sebagian jiwaku tiada. Harry— kau mati maka akupun harus mati" kata Draco menenggelamkam wajahnya di dada Harry.
Draco berjalan dengan sempoyongan dan meraih botol ramuan, dibuka dan diminumnya hingga badannya mengejang hebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories // DRARRY [COMPLETED]
FantasyBOYSLOVE DRARRY FANFIC "BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2) Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
![Memories // DRARRY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/347743430-64-k51397.jpg)