Kini berhari-hari berlalu setelah perpindahan kamar sewa lama, Harry sudah mendapatkan kamar barunya, bersebelahan lagi dengan kamar Cedric. Argh, pasti sahabatnya ini akan mengercok lagi jika dia tahu Harry tengah menyukai pemuda yang tinggal disini.
Harry sedang duduk di Lobby yang cukup besar ini, dirinya sehari-hari duduk santai disini. Menunggu pemuda itu datang, sesekali curi pandang juga tak masalah. Namun setelah perpindahan, Harry hanya melihat pemuda pirang itu 1 kali saja, itupun saat pagi hari. Apakah dia sedang bertugas diluar, pikir Harry.
Sudah beberapa minggu Harry belum mendapat panggilan dari Kementrian, Cedric juga bingung dan dia disana membantu menanyakan bagaimana keputusan untuk penerimaan anggota baru tetapi atasan masih belum bersuara.
"Kalau begitu, aku mau buka bar kecil disini saja" Harry sudah pusing memikirkan panggilan kerjanya yang digantung.
Cedric melotot, "Kau yakin? Memangnya laku?"
Harry melihat sekitar, mengangguk "Kayaknya, lagian juga belum ada Bar disini. Hanya jualan minumam kok, sama meracik sedikit"
Cedric mengangguk-angguk, alisnya mengernyit memikirkan sesuatu "Habis dong uang tabunganmu, nanti kau bayar uang sewa ini pakai apa?"
Harry meninggikan bahu, "Ya kan ada uang hasil Bar, kalau gagal aku tinggal melangkahkan kaki dari rumah ini lah. Lagian menunggu panggilan kerja juga tak membantuku kenyang atau bahagia"
Saat itu tekad Harry sudah bulat, dia bernegosiasi dengan pemilik rumah sewa untuk menjadikan seperempat Lobby itu tempat Bar kecil dengan seorang Bartender disana.
Pemilik gedung rumah sewa itu sempat berfikir dan menolak, tetapi Harry yakinkan sekali hingga pemilik itu menangguk setuju dan disinilah meja bar sepanjang 2 meter terpampang, dengan botol-botol kaca dibelakangnya dan berbagai minumam lezat dari yang murah hingga mahal. Bar ini didalam gedung dan sedikit memojok sehingga jika ada anaak kecil, anak kecil itu tidak bisa melihat. Harry telah menyulap pojokan Lobby ini menjadi tempat yang menyenangkan.
Hari pertama, kedua san ketiga belum ada pembeli. Harry memakluminya, mungkin tempat ini belum terkenal dan tidak semua penduduk kamar sini tau bagwa ada bar baru dibuka. Hingga hari ke empat ada seorang wanita pemilik kamar nomor 106 datang dengan ceria nya.
"Buatkan aku mocktail yang enak dong" wanita itu duduk di bangku tinggi dan menghadap ke Harry.
Harry mengeluh, "Tapi kan... disini semua Alkohol, Mocktail itu Non-Alkohol" kata Harry tersenyum lembut.
Wanita itu tertawa, rambutnya yang terurai jadi menutupi wajahnya.
"Kau sungguh Bartender kalau begitu, aku bercanda... buatkan aku Sake dan Soju"
Harry mengangguk tersenyum dan semangat, tangan lincahnya mulai bergerak dengan cepat. Tak lama kemudian galas kaca tinggi sudah dipenuhi oleh pesanan wanita itu.
"Wah kau pintar membuatnya... kau teman Cedric kan" wanita itu sudah meneguk minuman yang dibuat Harry.
Harry menunduk tersenyum saat dia bilang minuman buatannya enak. Dan mengangguk mengiyakan bahwa dia temannya Cedric.
"Aku juga temannya, kenalkan. Aku Cho aku tinggal di kamar nomor seratus enam"
Harry meraih tangan Cho, kepalanya menunduk lembut. "Aku Harry"
"Aku juga seorang Bartender sepertimu Harry"
Harry tersenyum lebar, wah baru pertama kalinya Harry bertemu teman wanita yang sesama Bartender. Harry asik mengobrol dengan Cho, wanita asia ini berpindah ke London sejak masih kecil. Wanita yang menyenangkan dan ramah tentu saja.
Tak lama satu orang pemuda datang, "Kau Bartender sungguhan? Kau ada Wisky?" Harry menyambut ramah dan mengangguk, meninggalkan obrolannya dengan Cho sebentar seraya dia menyiapkan minuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories // DRARRY [COMPLETED]
ФэнтезиBOYSLOVE DRARRY FANFIC "BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2) Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
![Memories // DRARRY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/347743430-64-k51397.jpg)