24

776 91 6
                                        

Hogsmeade

Hogsmeade pada sore hari sangat sejuk dan menyenangkan, banyak toko yang berjejeran mirip seperti di Diagon Alley. Cahaya matahari berwarna jingga ini menyambar permukaan bumi yang membuat hawa ini jauh lebih hangat. Desa kecil yang sangat indah dengan lilin-lilin sihiran yang menggantung di pohon pada waktu liburan.

Toko Tipuan Zonko dan Honeydukes, atau pergi untuk mengunjungi Shrieking Shack (gubuk menjerit) sudah menunggu dan berdiri, lumayan ramai untuk hari ini.

Harry dan Draco sudah memasuki desa ini, mereka sangat menikmati acara jalan jalan dan bergandengan tangan mereka. Sesekali mereka bercerita dan tertawa sembari berjalan. Kini mereka berjalan memasuki toko toko, dipertengahan Draco merangkul pinggang Harry. Harry menoleh tersipu malu.

Draco tersenyum simpul, "Ayo kau ingin beli apa"
Harry menunjuk Honeydukes, Draco mengangguk "Baiklah ayo"

Mereka berjalan dan masuk ke toko, dilihatnya. Di sinilah murid-murid berkenalan dengan berbagai jajanan aneh bin ajaib ala dunia sihir. Mulai dari acid pops, exploding bonbon, cauldron cake, treacle fudge, fizzing whizzbees, sampai chocolate frogs.

Harry mengambil keranjang buluk tua untuk menaruh belanjaan yang akan dipilihnya, Draco melihat saja dan dia mengikuti dibelakang Harry.
Harry berjalan ke dalam toko sempit ini, dilihatnya dan diambil lalu dimasukan keranjang. Harry menoleh sedikit, dilihatnya jika suka langsung masukan keranjang. Draco dibelakangnya hanya memegang pinggang Harry supaya anak itu tidak akan hilang kemana mana.

Harry menoleh ke belakang untuk melihat Draco, "Ini boleh tidakk?"

Draco mengangguk,
"Satu toko kalau kau ingin juga tak apa"
Harry tersenyum lebar.

Mereka berjalan mengitari seluruh toko, kini keranjang Harry sudah penuh. Dia menaruh keranjang itu ke kasir.

Draco memajukan badannya dan mengeluarkan se gepok galleons untuk membayarnya. Lalu Draco mengambil semua kantong belanja Harry, Harry membalikan badan untuk keluar dari toko itu, dan Draco mengikutinya.

"Ini baru satu toko dan kau sudah belanja sebanyak empat kantong" kata Draco sambil meninggikan kantong belanjaannya di depan Harry, Harry tertawa kecil.

Draco menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil melihat Harry, bisa dilihat Harry merasa sangat senang dan itu menenangkan hatinya.
"Baiklah kau ingin duduk dan memakan ini semua?" tanya Draco sambil berjalan disamping Harry, Harry mengangguk.

Harry tiba tiba berhenti, secara tiba tiba dipertengahan jalan. Draco menoleh dan mengernyitkan alisnya, "Ada apa? ada yang ketinggalan?"

Harry memajukan bibirnya, dia menatap Draco "Ya! kau lupa memegang tanganku"

Draco tertawa, "Baiklahhh— kalau begitu aku harus membawa semua belanjaanmu dengan satu tanganku" Draco mengubah tas belanjaannya ke semua tangan kirinya, kini tangan kanan Draco sudah menggenggam tangan Harry.
Harry tersenyum lebar, lalu dia berjalan lagi.

Sedikit jauh dari pedesaan, ada sebuah kursi kosong yang menjerit untuk minta ditempati, dengan santainya Harry dan Draco duduk, kini cahaya matahari sudah tidak terlihat. Duduk dibawah terangnya lampur sihir, Harry mencoba membuka salah satu belanjaannya.

"Baiklah— ayo bermain ini" kata Harry mengangkat permen segala rasa, Draco tersenyum lebar dan dia mengangguk.

"Kau yang buat peraturannya" kata Draco yang duduk disamping Harry, badannya menghadap ke arah Harry dan kakinya naik satu diatas kursi.

Memories // DRARRY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang