08

1.1K 127 7
                                        

Hogwarts, rumah kita

Harry memasuki Hogwarts dengan penuh semangat, wajahnya bersemi semi diikuti dengan Neville disampingnya. Ginny dibelakang serta Luna. Ron dan Hermione didepan sendiri dengan anak anak tingkat 1. Menurut yang Harry dengar dari Neville, anak anak tingkat 1 sangat mengidolakan Ron dan Hermione.

"Menurutmu berapa banyak anak yang akan masuk Hogwarts ini setelah semua peperangan terjadi?" Neville menanyakan secara berbisik kepada Harry sambil membawa Trevor dan berjalan memasuki Aula.

"Aku tidak tau, aku berharap Gryffindor mendapatkan banyak" kata Harry balas membisik juga.

Mereka semua sudah duduk disepanjang meja dan kursi di Aula, adik tingkat 1 pun sudah berjalan ditengah dan Harry mendengar sedikit perbincangan dari adik tingkatnya itu.

"Aku berharap bisa di Gryffindor seperti Harry Potter"

"Aku ingin masuk Slytherin, ku dengar kau akan hebat jika berada disana"

"Aku sudah pasti ingin bersama Hermione Granger, Gryffindor!"

"Aku apa saja lah yang penting tidak melawan naga"

Harry tertawa kecil mendengar perbincangan adik adik tingkatnya yang konyol, sekarang dia duduk lurus menghadap meja Slytherin diseberang, didepannya pas lagi ada Ginny. Ah sungguh pemandangan paling menyakitkan mata.
Sekarang Ron dan Hermione duduk disampingnya, menghempit dirinya yang berada di tengah. Ron dan Hermione tampak memiliki mood yang bagus hari ini, artinya mereka tidak lagi bertengkar.

Harry memandang meja Slytherin, si Malfoy itu, wajahnya tegas pucat. Tidak berekspresif, minimal itu senyum atau bagaimanalah. Harry tidak heran kalau Malfoy banyak yang suka, lihatlah rahang tegas itu, dan bahunya yang lebar.
"Sungguh memuaskan..." kata Harry kecil memandang pandangan kosong terarah Malfoy.

"Apa Harry?" Hermione menatap Harry,
Harry mengedipkan matanya cepat, bingung dan menatap Hermione dan ternyata Ron, Ginny juga ikut menatapnya.

"Ini— makanannya sungguh memuaskan" kata Harry menunjuk piringnya, dan tidak berani menatap Hermione.

Ginny menatap Harry tajam, sangat tajam seraya menyuapi makanan kemulutnya sendiri. Harry merasa sangat terusik, dia melirik Ginny sekilas. Jika pandangan dapat membunuh, maka Harry mungkin sudah mati terbunuh sekarang.

Upacara Topi Seleksi telah selesai dilaksanakan dari tadi, kini semuanya asik menyantap makanan yang kata Harry tadi sungguh memuaskan. Harry merasa semua pandangan sedang menuju ke wajahnya, benar saja tetapi itu hanya pandangan anak anak tingkat 1. Apalagi yang anak Gryffindor, mereka tampak takjub dan tidak percaya bahwa mereka 1 meja dengan Harry Potter.

Nick si Kepala Hampir Putus tiba tiba muncul dalam mejanya, membuat Ron kaget dan melemparkan ayam yang sedang digenggamnya.
"Damn Nick"  umpatnya.

"Hei Weasley, jaga bicaramu Nak atau ku kurangi point asramamu" Nick memutar kepalanya 180° ke arah Ron.

"Asramaku adalah asramamu" kata Ron cuek dan kembali mengunyah.

Nick terbang mengitari meja panjang itu, mengitari meja asrama Slytherin juga dan sempat berdebat dengan Hantu asrama Slytherin lalu membuat anak anak Slytherin gaduh, dan Nick sempat berbicara pada Draco Malfoy dan kembali ke tempat dimana Harry Ron Hermione Ginny Neville duduk.

"Kau kau kau kau dan kau, segera menemui Professor McGonagall setelah makan malam"  Tunjuk Nick satu per satu kepada 5 anak itu.

"Astaga, kalian baru menginjakan kaki di Hogwarts selama 2 jam saja sudah membuat masalah lagi?" Seamus menoleh sambil meminum jus labunya lalu menggeleng heran.

Memories // DRARRY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang