Hari-hari berada di sel 3x4, beberapa tahanan lama sudah dipindahkan kedalam sel tetap karena adanya pembayaraan dari pihak keluarga. Baiklah, Harry tak mempunyai keluarga maka tak akan ada yang mengeluarkannya. Sudah dua minggu Harry disini, tempat kotor paling ujung dengan makanan roti keras dan selai kacang. Harry beberapa kali bertengkar dengan orang yang sok mnejadi pemimpin dalam sel, orang itu menindas orang yang jauh lebih tua daripadanya. Orang tua berusia 67 tahun ditindas dan dipukul, Harry tidak tinggal diam hingga dia mengajaknya berduel tetapi nasib Harry malah babak belur hingga tak bisa bernafas, dia ingat sekelibat bahwa tubuhnya diangkat oleh para sipir.
"Harry!!" Teriak Draco terlihat cemas melihat tubuh Harry membiru dan berdarah, darah. Dibawanya ke klinik penjara hingga akhirnya Harry diamankan dari sel itu dan berpindah pada sel lain. Sel untuk 1 orang dengan ukuran 2x2, untuk saat ini 2 bulan masa penjaranya berlangsung. Hanya sipir Draco lah yang memperlakukannya secara manusiawi.
Draco membangunkan Harry dengan memukul sel besinya, "Bangun, keluar dan bekerjalah!" Harry terkejut, pada hari tertentu para tahanan yang tidak membayar dengan uang, akan membayar dengan tenaga. Harry memilih pekerjaan yang membersihkan seluruh kamar mandi sel, dia secara khusus diawasi oleh Draco semenjak kejadian Harry bertengkar dengan narapidana lain.
Harry sedang menyikat lantai, dia terus menatap lantai dan menyikatnya hingga bersih. Draco dibelakang sedang duduk menatapnya, "Aku tak percaya, mengapa kau seburuk ini?"
Harry menoleh sebentar, dia berfikir apakah Draco sedang berbicara padanya. Kembali menyikati lantai, Harry diam tak menjawab.
"Aku pikir kau orang yang sempurna" lanjut Draco. "Kau tampak baik di bar, kau baik kepada semua orang tetapi mengapa semua ini"
Harry menaruh sikatnya, mengambil air untuk membersihkan. "Jangan berharap pada manusia, karena ia tak lebih dari pada hembusan nafas"
Draco diam, menatap Harry tajam. "Bersihkan sampai bersih" lalu Draco berdiri secara kasar dan meninggalkan Harry. Harry menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menangis. Dia merasa mengecewakan dirinya dan Draco. Sudahlah, dengan dia menginjakan kaki ini dari awal pasti Draco sudah membencinya.
Malam menjemput, Harry sudah berada di selnya lagi. Sendirian disini, harusnya ini adalah saat untuk menonton TV bersama. Tetapi Harry sedang tak ingin, hingga Draco menjemputnya dan mengajaknya berjalan santai walaupun tetap diam.
Draco dan Harry berjalan santai menyusuri lorong sel dengan diam, tetapi entah mengapa Harry menyukai itu. Dia mendekap tubuhnya sendiri untuk menikmati semburan angin malam, baju napi disini sangat tipis sekali.
Draco berhenti di luar halaman, menatap jalanan. Harry mengikutinya saja dan juga menatap jalanan. "Terimakasih" Harry membuka suara dan menatap Draco. Draco menoleh dan hanya balas mengangguk tanpa ekspresi.
Sepertinya Harry mulai biasa dengan sikap dan sifat Draco disini, dia adalah sipir. Jadi wajar saja dia bersikap seperti itu padanya. Berminggu-minggu Draco akan menemani Harry keluar dan berjalan menyusuri lorong dengan diam. Sesekali bertanya, "Apakah kau rindu pada jalanan?" atau "Apakah kau rindu pada lampu?" itu saja membuat Harry merasa senang.
Sejak kedekatan mereka, Harry menjadi lebih santai dan mulai terbuka. Draco juga menjadi sipir yang tidak terlalu menyebalkan tetapi tetap tegas. Akhirnya, Harry cerita bahwa dia sendiri menggantikan Cedric. Draco tidak terkejut karena memang dari awal dia sudah tau, dia hanya bingung mengapa Harry bisa sebodoh ini untuk membantu orang.
Hampir satu tahun berlangsung dipenjara. "Apakah kau percaya dengan kehidupan masa lalu?" Draco bertanya dengan iringan angin lewat bersamanya, kini mereka duduk menatap langit gelap.
Harry menoleh sebentar, mengernyitkan alisnya. "Kurasa tidak"
"Kenapa?"
Harry mengusap wajahnya, "Kenapa kita harus membicarakan masa lalu jika kita bisa berbicara tentang masa depan" dia menatap Draco.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories // DRARRY [COMPLETED]
FantasiaBOYSLOVE DRARRY FANFIC "BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2) Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
![Memories // DRARRY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/347743430-64-k51397.jpg)