Dua hari semenjak kabar Harry divonis tinggal dalam sel bawah tanah. Draco menghampiri Ginny yang kini didalam ruangan kantornya, membuka pintu dengan kasar, menarik lengan Ginny dan menyeretnya keluar lalu berapparate menghilang.
Wajah Draco kaku, rahangnya mengeras dan tatapan matanya seakan membunuh. Setelah sampai pada perkarangan Manor Malfoy, dihadapan Hermione, Ron. Ginny didorong secara kasar oleh Draco. Draco menatapnya marah, Ginny terjatuh dan meringis kesakitan.
"Aku sudah mengizinkan kau untuk berlagak kasar padanya! Tetapi ini keterlaluan Ginny" teriak Draco pada wajah Ginny. Ron menghampiri Ginny yang tersungur, telapak tangan Ron mendarat pada pipi Ginny.
"Dasar wanita gila!" teriak Ron pada adiknya, Hermione hanya menontonnya dengan hati tak enak. "Apa yang kau pikirkan hingga kau memperkosa dirinya! Wanita jalang! Tidak tau malu"
Hermione kini menghampiri mendekat, "Ini untuk Harry" Hermione menampar Ginny, lalu dijambaklah Ginny. Rambut panjang dan tebal itu terasa sakit sekali di kulit kepalanya. "Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya" lalu Hermione melepaskan jambakan itu secara kasar.
Ginny menangis tersedu-sedu, dia merangkak dan bersujud di kaki Draco. Draco hanya diam, nafasnya terengah-engah. "Maafkan aku... maafkan aku Malfoy, aku... aku sungguh bodoh tolong jangan jebloskan aku ke Kementrian"
Draco menunduk, menatap Ginny. "Aku berharap banyak padamu, Ginny. Tetapi benar kata Harry bahwa jangan berharap pada manusia, ia tak lebih dari pada hembusan nafas"
Ginny menangis dan terus menerus meminta maaf, "Tolong Malfoy, maafkan... maafkan aku kali ini saja aku berjanji Malfoy"
Draco berdiri, dia membenarkan jubahnya. "Minta maaflah pada Harry secara langsung" Draco mengangkat Ginny dengan menarik lengannya supaya dia berdiri.
Keadaan telah berlangsung sekitar 2 minggu, Harry sudah tidak bisa berbicara dengan cepat dan tanggap. Tubuhnya mulai gila, Draco berusaha untuk selalu hadir di depan selnya dan mengajaknya berbicara.
"Harry... aku janji setelah ini hukumannya selesai" kata Draco menenangkan dari balik pintu besi.
Harry hanya menatap pintu besi dengan pasrah, dia mendengarkan Draco. Sungguh mendengarkan, namun dia tak lagi bisa menjawab. Tidak ada tenaganya.
Draco tersungkur, dia menangis didepan sel Harry. "Bagaimana mungkin aku sekuat dirimu, Harry. Aku mudah sekali membenci orang, aku membenci Ginny Weasley"
Harry tak menjawab, dia berusaha mengetok-ketok pintu besinya. Menandakan dia masih hidup tetapi jiwanya tak merasa hidup.
Draco mengusap air matanya kasar "Setelah ini kita akan keluar, Harry. Aku janji"
Harry berdeham, Draco mendengarnya dari luar dan dia beranjak untuk menempelkan telinganya.
"Harry!!" panggilnya semangat, "Tunggu akan kubawakan makan siangmu"
Harry berdeham lagi, "Drayy" secara cepat Draco beranjak dan mendekati pintu
"Harry... ya benar ini Dray. Ini Dray"
Draco mengetuk-ketuk pintu selnya, dia membuka celah kecil untuk memberi Harry roti gandum dengan kalori tinggi supaya tubuh Harry membaik.
"Harry, aku merindukanmu. Kau dengar itu? aku merindukanmu" lanjut Draco mengoceh dibalik pintu besi, Harry tertawa didalamnya.
"Dengarlah, aku tidak gila. Aku hanya sedang tak ingin bicara kemarin" jawab Harry,
Draco mengernyitkan alisnya merasa bingung, "Kenapa? Kau tak ingin berbicara padaku?"
Harry didalam sana menggelengkan kepalanya, "Bukan... aku hanya ingin menghukum diri sendiri, aku mungkin memang salah saat itu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories // DRARRY [COMPLETED]
FantasyBOYSLOVE DRARRY FANFIC "BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2) Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
![Memories // DRARRY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/347743430-64-k51397.jpg)