Pagi hari dirumah Luna, Scorpius dan Luna terbangun karena Luna memasuki kamar yang ditempati mereka berdua untuk tidur. Luna berjalan dan membuka jendela kecil yang membuat angin dingin masuk.
"Ada surat untuk kalian, mungkin ini surat yang kalian tunggu" Luna berdiri di samping kasur, Rose masih belum bangun tetapi Scorpius susah kebangun. Scorpius duduk sempoyongan dan menggosok-gosokan matanya.
"Dari siapa? Hogwarts?" katanya dengan suara berat.
Luna tersenyum dan meletakkan surat itu dikasur, "Bangun dan sarapan... juga dengan saudarimu" lalu Luna pergi untuk menyiapkan sarapan.
Scorpius masih mengantuk, dia membaca surat itu. Theo Zabini dan dia bingung lalu membuka suratnya dengan cepat.
Mr. Malfoy Weasley
Kamar kecil di atas tangga,
Desa Ottery St Catchpole di Devon.
Ayahku sudah datang, hanya mengabari. Mungkin menarik perhatianmu dan saudarimu. Tolong dekatkan Rose Weasley denganku dong sebagai balasan bahwa Ayahku pulang cepat. Ha ha ha, hanya bercanda.
-Theo Zabini
Scorpius membelalakan matanya, dia membangunkan Rose dengan cepat.
"Rosieee, bangunlah Rose" dia menggoyang-goyangakan tubuh ramping Rose.
Rose mengeluh berisik, dia tak suka jika dibangunkan dengan cara brutal seperti itu. Rose mengerjapkan matanya dan berusaha duduk.
"Aku tahu setelah ini kita akan kemana... lanjutan cerita Ayahku sudah ada" kata Scorpius bahagia menatap Rose.
"Memangnya mau kemana?" Kata Rose masih mengantuk berusaha membuka matanya.
"Ayah Theo sudah pulang, Blaise sudah dirumahnya"
Rose terkejut senang, "Serius? Tunggu apa lagi ayo mandi dan pergi" dia turun dari kasurnya.
"Tunggu dulu, sarapan gratis dulu lah" Scorpius mencegah Rose, dan Rose tertawa mendengarnya. Benar juga, perut adalah nomor 1.
Sarapan kali ini terasa menyenangkan, berbeda saat makan malam tadi malam yang terasa hampa. Scorpius dan Rose berpamitan untuk pulang lalu memeluk Luna, rasanya Luna itu sangat baik dan seperti ibu mereka sendiri.
"Harusnya aku lebih lama untuk mencegah kalian" kata Luna terharu yang kini diambang pintu untuk melepas Scorpius dan Rose pergi.
"Sayangnya cerita ini belum selesai Luna... aku harus menyelesaikannya supaya jiwa mereka yang terbang bebas disana bahagia" kata Scorpius turut sedih melihat Luna dengan kesendirian ini.
Luna mengangguk paham, "Tunggu" katanya, Luna mengeluarkan tongkat sihirnya, diayunkan pada telapak tangannya dan dalam sekian detik munculah 2 ikat bunga.
"Taruh dimakam Draco dan Harry yaa"
Scorpius tersenyum melihat itu, dia menerimanya dan berucap terima kasih. Rose berpamitan juga dan mereka segera pergi dari rumah Luna.
Kini mereka ada di ruang tengah keluarga Zabini lagi, yang membedakan adalah dengan adanya Blaise Zabini, sahabat karib Draco. Scorpius penuh harap dengan adanya ini, benar-benar berharap kali ini dia mendapatkan cerita dengan titik terang.
Blaise yang sudah berumur, sudah menua. Rambut hitamnya yang dulu legam kini memutih. Badannya yang gagah perkasa mulai membungkuk, semua karena umur. Blaise tersenyum sedari tadi saat dia melihat Scorpius.
"Masuklah... amggap saja rumah sendiri" sambut Blaise.
"Akhirnya aku berbicara denganmu secara langsung Scorpius"
Scorpius terkejut dengan permulaan percakapan mereka pertama kali, "Dengan senang hati Mr.Zabini" katanya tersenyum.
Blaise menggeleng, "Panggil aku Blaise, aku adalah sahabat Ayahmu maka kau juga sahabatku"
Rose tersenyum menunduk dari tadi, Scorpius meliriknya dan melirik Theo. Theo berusaha curi-curi pandang pada Rose membuat Scorpius tertawa kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories // DRARRY [COMPLETED]
FantasiaBOYSLOVE DRARRY FANFIC "BACK TO MEMORIES" IS OUT NOW (PART 2) Setelah the battle of hogwarts yang ke 2, Harry Potter "The Boy Who Lived" yang masih tetap berjuang untuk menghapus memori memori buruk yang telah dilalui selama 17 tahun belakangan in...
![Memories // DRARRY [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/347743430-64-k51397.jpg)