Potongan Hati

166 48 5
                                        

"Apa Hoya sudah pulang dari cafe?" Tanya Lavon pada Harry sambil membuka kancing atas kemejanya.

"Nona muda sudah pulang 20 menit yang lalu." Ucap Harry.

"Baguslah, kalau begitu bawa mobilnya pelan-pelan saja. Aku ingin menikmati waktuku sendiri."

"Baik tuan muda, anda bisa beristirahat dengan nyaman."

"Terima kasih Harry." Setelah itu Lavon menutup matanya sejenak untuk beristirahat.

Hari ini Lavon merasa sangat lelah, pekerjaannya sangat menumpuk membuatnya tidak bisa beristirahat dengan nyaman.

Lavon berkerja keras karena rapat dengan para direksi saham yang akan dilaksanakan 3 minggu lagi.

Karena itulah Lavon bekerja keras, agar tidak ada orang yang bisa mengambil posisi dirinya dan Hoya dalam urutan hak pewaris.

"Gue harap mamah bisa datang secepatnya." Ucap Lavon dalam hati.

Hingga beberapa detik kemudian Harry mengerem mendadak mobil mereka hingga membuat Lavon membuka matanya.

"Ada apa Harry?" Tanya Lavon.

"Tuan muda, bukankah itu teman anda?" Harry menunjuk ke arah perempuan yang sedang mendorong motor.

"Athena?! Kenapa dia ada diluar semalam ini?" Tanya Lavon pada dirinya sendiri.

Kemudian Lavon segera keluar dari mobil dan hal itu membuat Athena terkejut saat melihat Lavon berjalan ke arahnya. Harry pun keluar dari mobil melihat Lavon dan Athena

"Kenapa lo ada disini semalam ini?" Tanya Lavon.

Athena hanya diam karena terkejut karena melihat Lavon yang tiba-tiba ada dihadapannya. Melihat Athena hanya diam, Lavon pun menghela nafas lelah.

"Harry, urus motor Athena. Aku akan mengantarnya pulang." Pinta Lavon pada Harry.

Harry mengangguk kepalanya patuh, sedangkan Lavon langsung membawa Athena masuk ke dalam mobilnya. Athena yang kebingungan tetap mengikuti Lavon.

Lavon segera mengendarai mobilnya menuju rumah Athena. Athena tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Lavon.

"Jadi selama ini lo tau nama gue." Ucap Athena.

"Apa menurut lo, gue nggak tau siapa yang ngasih gue hadiah selama gue di sirkuit." Kata Lavon yang matanya lurus ke arah jalan.

"Kalau gitu, kenapa lo nggak pernah nemuin gue."

"Karena gue nggak mau semakin berlarut."

"Kenapa? Padahal lo tau perasaan gue sama lo, tapi kenapa lo mengabaikan itu. Apa sekali lagi perasaan gue nggak dihargai." Ucapa Athena lirih saat mengingat tentang dirinya yang di tolak oleh Kayrie.

Lavon pun seketika menghentikan mobilnya dan melihat ke arah Athena yang sekarang tertunduk sedih. Lavon merasa bersalah saat mendengar ucapan Athena.

"Athena dengarin gue..." Lavon mengangkat wajah Athena lembut dan mereka pun saling memandang satu sama lain.

"Lo cewek yang pengen gue milikin sekarang juga, tapi gue nggak bisa karena lo ataupun adik gue akan dalam bahaya." Ucap Lavon.

"Bahaya?" Athena tidak mengerti dari maksud ucapan Lavon.

"Gue bukan dari keluarga yang baik-baik Athena, sekarang gue harus fokus untuk mengambil posisi gue dan ngelindungin adik gue yang sudah banyak ngorbanin dirinya buat gue."

"Lavon gue-"

"Karena itu, gue nggak mau liat cewek yang gue suka dalam bahaya. Jadi gue mohon lo bisa mengerti Athena."

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang