Harapan Mustahil

82 35 0
                                        

Dua hari berlalu semenjak insiden Hoya di pukul oleh Darrel, Lavon berada di rumah untuk menjaga Hoya dan meminta Ethan dan Jojo untuk mengurus pekerjaannya.

Sekarang Lavon sedang membuat minuman herbal untuk Hoya, hingga sebuah tangan menyentuh pundak Lavon. Lavon pun berbalik untuk melihat orang yang menyentuhnya.

"Sera? Kenapa lo bisa disini?" Tanya Lavon yang terkejut melihat Sera yang sekarang tersenyum hangat padanya.

"Aku mau menjenguk kak Hoya dan kakak." Ucap Sera.

"Ngapain lo jenguk gue sama Hoya. Bukankah hari ini harusnya lo melakukan pemeriksaan berkala ke rumah sakit, kenapa lo malah ke sini?" Ujar Lavon dan seketika wajah Sera pun sedih.

Lavon yang melihat hal itu menghela nafas pelan kemudian Lavon berjalan mendekati Sera sambil mengelus kepala Sera pelan sambil menatapnya lembut.

"Gue bukannya marah lo ke sini, tapi kesehatan lo lebih penting Sera. Gue sudah cukup sakit liat Hoya terbaring di kamar, apa lo mau nambah perasaan sakit gue lagi kalau lo kambuh lagi?" Ucapan Lavon membuat Sera berdebar.

Sera tidak menduga bahwa Lavon memiliki sifat manis dan peduli padanya. Sera pun tersenyum tipis, kemudian Sera menggenggam tangan Lavon.

"Aku baik-baik saja, setelah melihat keadaan kak Hoya aku akan segera pergi ke rumah sakit." Ucap Sera.

Lavon menganggukkan kepalanya sambil mencubit pipi Sera gemas. Perasaan Lavon sedikit membaik saat bersama Sera, tapi hal itu hilang saat Darrel datang bersama Amir menghampirinya.

"Lavon, bukankah kamu terlalu sering mengajak orang asing ke rumah ini. Aku tidak suka berdekatan dengan orang yang jauh dari tingkatan ku." Ucap Darrel sombong.

"Dia bukan orang asing, tapi dia orang ku dan juga perempuan dalam perlindunganku. Papah jangan pernah berpikir untuk menyentuhnya." Jawab Lavon.

"Aku tak habis pikir dengan kamu dan Hoya. Kalian berdua sama-sama menyukai orang-orang yang ada di bawah kalian."

"Papah, sepertinya papah melupakan sesuatu. Harta tidak akan di bawa mati, apa aku harus memberitahukan ayat yang ada di kitab papah?"

"Apa kamu mulai menceramahi papah Lavon?"

"Papah harus tau bahwa di mata Tuhan papah hanyalah sebuah debu kecil. Bagaimana jika Leonid lebih kaya dari pada papah?" Mendengar hal itu Darrel tersenyum sinis.

"Aku memilik semuanya Lavon. Kuasa, uang, bahkan apa yang aku hendak akan menjadi milikku."

"Papah tidak memilik rasa sayang, karena itulah mamah pergi dari papah!" Ujar Lavon.

Plak!

Seketika Sera dan Amir pun terkejut melihat Darrel menampar Lavon. Darrel sangat marah mendengar ucapan Lavon yang mengatakan bahwa kesalahannya yang membuat Edith pergi darinya.

"Dengar Lavon, tidak ada yang bisa melakukan apapun padaku. Tuhan juga akan membantuku, karena aku selalu taat padanya." Kata Darrel tajam dan Lavon pun tertawa.

"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. " Ucap Lavon hingga Darrel pun terdiam.

"Tetaplah percaya kepada Kristus. Teruslah berbuat kasih dan bersikap lemah lembut kepada semua orang. Dan bertahanlah dalam penderitaan." lanjut Lavon.

Darrel terdiam dengan tangan yang mengepal, sedangkan Lavon pun tersenyum puas karena Lavon tau bahwa Darrel akan tau dengan apa yang baru saja dia ucapkan.

Rose War (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang